Kanker kulit sering kali berawal dari perubahan kecil yang terlihat sepele, seperti munculnya benjolan, bercak yang tidak biasa, atau tahi lalat yang perlahan berubah bentuk. Perubahan tersebut tidak selalu bisa diabaikan, terutama jika terus berkembang dari waktu ke waktu.
Mengenali kondisi ini sejak dini dan tahu cara mencegahnya dapat meminimalisir risiko terkena kanker kulit. Berikut ulasannya!
Apa Itu Kanker Kulit?
Kanker kulit adalah penyakit ketika sel-sel di jaringan kulit mengalami pertumbuhan yang tidak normal hingga membentuk kanker. Kondisi ini dapat ditandai dengan berbagai perubahan pada permukaan kulit, mulai dari benjolan, bercak, luka yang tidak kunjung membaik, hingga tahi lalat dengan bentuk, ukuran, atau warna yang tidak biasa.
Penyakit ini dapat muncul di hampir seluruh bagian tubuh. Meski begitu, perubahan pada kulit lebih sering ditemukan di area yang kerap terkena sinar matahari, seperti:
- Kulit kepala
- Wajah
- Telinga
- Leher
- Lengan
- Tungkai
Namun, bukan berarti bagian tubuh yang jarang terkena matahari sepenuhnya bebas dari risiko. Kelainan juga dapat muncul di telapak tangan, telapak kaki, maupun area kelamin.
Secara umum, penyakit ini terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel kulit. Perubahan tersebut membuat sel tidak lagi tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Sel abnormal kemudian dapat terus berkembang dan membentuk jaringan kanker.
Paparan sinar ultraviolet atau sinar UV dari matahari jadi salah satu faktor kuat yang berperan dalam terjadinya kerusakan sel kulit. Paparan yang berlebihan dapat merusak kulit dan memicu perubahan pada sel.
Dalam jangka panjang, perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan sel yang tidak normal.
Jenis-Jenis Kanker Kulit
Ada tiga jenis utama yang paling sering dikenal berdasarkan asal sel tempat kanker berkembang. Masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda, yaitu:
1. Karsinoma Sel Basal
Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker yang berasal dari sel di bagian terdalam lapisan kulit terluar atau epidermis. Jenis ini termasuk salah satu yang paling sering terjadi.
Perubahannya dapat muncul dalam bentuk:
- Benjolan yang terasa lunak dan tampak mengilap
- Benjolan dengan permukaan menyerupai mutiara
- Lesi atau area kulit yang datar
- Bercak berwarna gelap
- Area kulit berwarna cokelat kemerahan yang menyerupai warna daging
Karsinoma sel basal umumnya berkembang pada bagian tubuh yang sering terkena sinar matahari. Pertumbuhannya dapat terjadi secara perlahan sehingga perubahan pada kulit terkadang tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya.
2. Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel yang berada di bagian tengah hingga luar epidermis. Perubahan pada kulit akibat kondisi ini dapat memiliki tampilan yang berbeda dengan karsinoma sel basal.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Benjolan berwarna merah dan terasa keras
- Lesi datar pada permukaan kulit
- Area kulit yang kasar dan bersisik
- Permukaan yang tampak seperti kerak
- Rasa gatal pada lesi
- Perdarahan pada area kulit yang mengalami perubahan
- Luka yang kemudian membentuk kerak
Salah satu kondisi yang juga perlu diperhatikan adalah solar keratosis. Kondisi ini dapat ditandai dengan munculnya bercak kasar dan bersisik pada area seperti wajah atau tangan setelah paparan sinar matahari.
Solar keratosis termasuk kondisi prakanker, sehingga memiliki risiko untuk berkembang menjadi kanker jika terjadi perubahan lebih lanjut.
Baca juga: Waspada! 8 Jenis Kanker dan Cara Mencegahnya
3. Melanoma
Melanoma berasal dari melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen atau warna pada kulit. Dibandingkan karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, melanoma lebih jarang terjadi. Akan tetapi, jenis ini dikenal lebih berbahaya sehingga perubahan yang mengarah ke melanoma perlu dikenali sedini mungkin.
Melanoma dapat terlihat seperti tahi lalat biasa, sehingga sebagian orang mungkin tidak menyadari adanya perubahan pada tahap awal. Perbedaannya terletak pada bentuk, warna, ukuran, dan perubahan yang terjadi seiring waktu.
Melanoma dapat ditandai dengan:
- Bercak berwarna cokelat atau kehitaman
- Benjolan berpigmen
- Tahi lalat dengan bentuk yang tidak beraturan
- Warna yang tidak seragam
- Perubahan ukuran atau bentuk dari waktu ke waktu
Untuk membantu mengenali tanda yang mencurigakan, kamu dapat menggunakan metode ABCDE.
Mengenal Metode ABCDE untuk Memeriksa Tahi Lalat
Metode ABCDE merupakan cara sederhana untuk bantu mengamati apakah sebuah tahi lalat punya ciri yang perlu diwaspadai atau tidak. Berikut penjelasannya:
A – Asymmetry atau Asimetris
Tahi lalat biasa cenderung memiliki bentuk yang relatif seimbang. Pada melanoma, satu sisi dapat terlihat berbeda dari sisi lainnya.
Misalnya, jika sebuah tahi lalat dibayangkan dibagi menjadi dua bagian, kedua sisi tersebut tidak memiliki bentuk yang mirip atau seimbang.
B – Border atau Tepi
Perhatikan bagian pinggir tahi lalat atau bercak pada kulit. Tepi yang tidak rata, tampak bergerigi, kabur, atau memiliki bentuk yang tidak beraturan perlu diperhatikan.
Melanoma sering kali memiliki batas yang tidak sejelas tahi lalat biasa.
C – Color atau Warna
Tahi lalat yang memiliki satu warna cenderung berbeda dengan lesi yang mempunyai beberapa variasi warna. Area yang mencurigakan dapat memperlihatkan campuran warna, seperti cokelat muda, cokelat tua, hitam, atau warna lain dalam satu lesi.
Perubahan warna yang terus berkembang juga perlu menjadi perhatian.
D – Diameter atau Ukuran
Ukuran dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengamati perubahan pada kulit. Melanoma dapat memiliki diameter lebih dari 6 milimeter.
Walaupun demikian, ukuran kecil tidak selalu berarti sebuah tahi lalat pasti aman. Bentuk, warna, dan perubahan yang terjadi tetap perlu diperhatikan secara keseluruhan.
E – Evolution atau Perubahan
Evolution atau perubahan merupakan salah satu tanda yang sangat penting untuk diperhatikan. Tahi lalat yang sebelumnya tidak mengalami masalah dapat berubah dalam beberapa aspek, misalnya:
- Bertambah besar
- Berubah bentuk
- Mengalami perubahan warna
- Memiliki permukaan yang berbeda
- Menimbulkan keluhan baru
Perubahan dari waktu ke waktu menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama jika sebuah tahi lalat tampak semakin berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya.
Penyebab Kanker Kulit
Secara dasar, kondisi ini terjadi akibat adanya mutasi atau perubahan genetik pada sel kulit. Mutasi tersebut menyebabkan mekanisme pertumbuhan sel terganggu sehingga sel abnormal dapat berkembang secara tidak terkendali.
Penyebab pasti terjadinya perubahan genetik tersebut tidak selalu dapat diketahui. Namun, paparan sinar ultraviolet dari matahari diduga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kerusakan sel kulit.
Sinar UV dapat memengaruhi kulit secara bertahap. Paparan yang terjadi berulang kali dalam waktu lama dapat meningkatkan kerusakan pada sel. Jika kerusakan tersebut berkaitan dengan perubahan pada materi genetik sel, pertumbuhan abnormal dapat terjadi.
Selain paparan matahari, terdapat sejumlah faktor internal dan eksternal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Faktor Internal yang Meningkatkan Risiko
Faktor internal berkaitan dengan kondisi atau karakteristik yang berasal dari dalam tubuh maupun riwayat kesehatan seseorang.
1. Riwayat Penyakit pada Diri Sendiri dan Keluarga
Seseorang yang pernah mengalami kanker kulit memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa kembali. Riwayat penyakit dalam keluarga juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Adanya riwayat tersebut bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. Namun, kondisi ini menjadi alasan untuk lebih waspada terhadap setiap perubahan yang muncul pada permukaan kulit.
Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kulit dapat membantu seseorang mengenali perubahan yang sebelumnya tidak ada.
2. Warna Kulit yang Lebih Terang
Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang warna kulit. Akan tetapi, orang dengan kulit putih atau warna kulit yang lebih terang dapat memiliki jumlah melanin yang lebih sedikit.
Melanin merupakan pigmen yang turut memberikan perlindungan terhadap pengaruh sinar ultraviolet. Jumlah perlindungan alami yang lebih rendah membuat kulit lebih rentan terhadap dampak paparan UV.
Hal ini tidak berarti orang dengan warna kulit lebih gelap tidak perlu melakukan perlindungan dari matahari. Semua jenis warna kulit tetap dapat mengalami kerusakan akibat paparan sinar UV.
3. Memiliki Banyak Tahi Lalat
Jumlah tahi lalat juga dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko. Seseorang yang memiliki banyak tahi lalat atau tahi lalat berukuran besar perlu lebih memperhatikan perubahan yang terjadi.
Pemeriksaan mandiri dapat dilakukan dengan mengamati:
- Apakah ada tahi lalat baru yang muncul
- Apakah salah satu tahi lalat mengalami perubahan bentuk
- Apakah ukurannya bertambah
- Apakah warnanya menjadi tidak seragam
- Apakah terdapat perubahan yang berbeda dibandingkan tahi lalat lainnya
Mengamati kondisi kulit secara berkala dapat membantu mendeteksi perubahan lebih awal, terutama pada orang yang memiliki banyak tahi lalat.
4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah
Sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting dalam membantu tubuh menghadapi berbagai gangguan. Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker kulit.
Risiko dapat meningkat pada kelompok tertentu, seperti:
- Penderita HIV/AIDS
- Orang yang menggunakan obat imunosupresif
Kondisi daya tahan tubuh yang melemah membuat pemantauan kesehatan menjadi semakin penting. Perubahan kulit yang tidak biasa sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai masalah kosmetik tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
5. Solar Keratosis
Solar keratosis merupakan kondisi ketika muncul bercak kasar dan bersisik pada kulit. Bercak tersebut dapat memiliki warna yang berbeda-beda dan sering ditemukan pada area yang kerap terkena paparan matahari, seperti wajah atau tangan.
Kondisi ini perlu diperhatikan karena termasuk kondisi prakanker. Artinya, terdapat kemungkinan perubahan lebih lanjut pada sel kulit yang dapat berkembang menjadi kanker.
Tidak semua perubahan kasar pada kulit merupakan solar keratosis. Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan oleh tenaga medis yang kompeten.
Baca juga: Catat! 5 Rumah Sakit Kanker Terbaik di Malaysia
Gejala Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai
Gejala yang muncul dapat berbeda-beda tergantung pada jenis sel yang mengalami pertumbuhan abnormal. Tidak semua perubahan pada kulit merupakan tanda kanker, tapi perubahan yang menetap dan berkembang perlu diperiksa.
Beberapa perubahan umum yang patut diperhatikan meliputi:
- Benjolan baru yang tidak biasa
- Bercak dengan warna atau bentuk yang berbeda
- Luka yang tidak menunjukkan perbaikan
- Area kulit yang terus mengalami perubahan
- Lesi yang berdarah
- Permukaan kulit yang menjadi kasar atau bersisik
- Tahi lalat yang mengalami perubahan
5 Bahaya Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai
Kanker kulit tidak hanya dapat menyebabkan perubahan pada permukaan kulit, berikut beberapa bahaya atau dampak yang perlu diwaspadai:
1. Penyebaran Sel Kanker ke Organ Lain
Salah satu bahaya paling serius adalah metastasis, yaitu penyebaran sel kanker dari lokasi awal ke bagian tubuh lain. Risiko ini terutama menjadi perhatian pada melanoma yang memiliki potensi penyebaran lebih agresif.
Sel kanker dapat mencapai organ yang jauh dari lokasi asalnya, seperti:
- Paru-paru
- Hati
- Otak
- Tulang
Ketika penyebaran telah terjadi, penanganan dapat menjadi lebih kompleks. Kondisi pasien juga berpotensi memburuk sesuai dengan organ yang terdampak.
Inilah alasan perubahan pada kulit tidak sebaiknya diabaikan, terutama tahi lalat atau bercak yang terus berubah bentuk, ukuran, maupun warna. Deteksi lebih awal penting dilakukan sebelum sel kanker berpotensi berkembang dan menyebar lebih luas.
2. Kerusakan Organ dan Gangguan Fungsi Tubuh
Sel kanker yang telah menyebar dapat mengganggu fungsi organ vital. Dampaknya tidak lagi terbatas pada area kulit tempat kanker pertama kali muncul, tapi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Misalnya, penyebaran ke paru-paru dapat mengganggu fungsi pernapasan, sedangkan penyebaran ke otak berpotensi memengaruhi fungsi sistem saraf. Jika hati terdampak, berbagai fungsi penting yang dijalankan organ tersebut juga dapat terganggu.
Penyebaran ke tulang juga dapat menimbulkan gangguan serius dan memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Gangguan pada organ vital dapat menyebabkan kondisi kesehatan semakin kompleks. Dalam tahap yang berat, kerusakan organ dan penurunan fungsi tubuh dapat menjadi kondisi yang mengancam kehidupan.
Baca juga: Didiagnosis Penyakit Kanker, Coba Cari Second Opinion di Malaysia
3. Kerusakan Jaringan dan Perubahan Fisik
Pertumbuhan kanker yang terus berlanjut dapat merusak jaringan sehat di sekitar lokasi tumor. Dampaknya dapat menjadi lebih serius jika kanker berkembang pada area yang memiliki banyak struktur penting, seperti wajah, telinga, atau area yang dekat dengan saraf.
Penanganan kanker pada tahap lanjut juga dapat membutuhkan tindakan yang lebih luas, misalnya pengangkatan tumor beserta jaringan di sekitarnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan:
- Bekas luka permanen
- Kerusakan jaringan
- Perubahan bentuk pada bagian tubuh tertentu
- Kerusakan saraf
- Gangguan fungsi pada area yang terdampak
- Keterbatasan gerak dalam kondisi tertentu
Dampak tersebut dapat memengaruhi penampilan sekaligus aktivitas sehari-hari. Semakin luas jaringan yang terdampak, semakin besar pula kemungkinan pasien membutuhkan proses pemulihan yang lebih panjang.
4. Risiko Infeksi dan Penurunan Daya Tahan Tubuh
Lesi kanker yang mengalami luka terbuka atau perdarahan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Risiko ini juga dapat muncul setelah tindakan pembedahan, terutama ketika terdapat luka yang membutuhkan waktu untuk pulih.
Kulit merupakan salah satu pelindung tubuh dari paparan lingkungan. Saat terdapat kerusakan pada permukaan kulit, perlindungan tersebut dapat terganggu sehingga kuman lebih mudah masuk ke jaringan.
Infeksi yang berkembang dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti:
- Infeksi pada kulit dan jaringan di bawahnya atau selulitis
- Infeksi pada luka setelah tindakan medis
- Kondisi infeksi berat yang dapat berkembang menjadi sepsis
Pada kondisi kanker yang telah parah atau menyebar, sistem kekebalan tubuh juga dapat mengalami gangguan. Hal ini dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan masalah kesehatan lainnya.
5. Penurunan Kualitas Hidup hingga Risiko Kematian
Bahaya kanker kulit yang paling serius adalah risiko kematian, terutama jika penyakit tidak terdeteksi pada tahap awal dan telah menyebar ke organ penting. Melanoma, khususnya, dapat menjadi fatal apabila berkembang dan mencapai organ seperti otak, hati, paru-paru, atau tulang.
Selain risiko terhadap keselamatan jiwa, pasien juga dapat mengalami penurunan kualitas hidup akibat penyakit dan proses pengobatan. Penanganan seperti pembedahan, radioterapi, atau terapi lainnya dapat menimbulkan efek samping dan komplikasi tertentu, antara lain:
- Nyeri
- Peradangan
- Kerusakan jaringan
- Risiko infeksi
- Gangguan fungsi pada bagian tubuh tertentu
- Keterbatasan dalam beraktivitas
6. Dampak Psikologis yang Perlu Diperhatikan
Selain dampak fisik, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental pasien. Diagnosis kanker, perubahan pada penampilan, proses pengobatan, serta kekhawatiran mengenai perkembangan penyakit dapat memicu:
- Stres
- Kecemasan
- Ketakutan
- Menurunnya rasa percaya diri
- Depresi atau masalah kesehatan mental lainnya
Baca juga: 5 Manfaat Pengelolaan Stres dengan Menjalani Konseling
Dampak tersebut juga dapat dirasakan oleh keluarga yang mendampingi pasien selama proses perawatan. Oleh sebab itu, penanganan kanker tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tapi juga membutuhkan dukungan emosional dan psikologis.
Cara Mencegah Kanker Kulit Sejak Dini
Mencegah kanker kulit sejak dini dapat dilakukan dengan mengurangi paparan terhadap faktor risiko, terutama sinar ultraviolet atau UV. Perlindungan kulit perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika berlibur ke pantai atau saat berada di bawah terik matahari.
Berikut enam cara yang dapat dilakukan:
1. Gunakan Tabir Surya Secara Rutin
Tabir surya merupakan salah satu bentuk perlindungan penting untuk membantu mengurangi dampak paparan sinar UV pada kulit. Penggunaannya tidak hanya diperlukan oleh orang dengan kulit putih atau terang.
Semua jenis warna kulit tetap dapat mengalami kerusakan akibat sinar UV. Kulit yang lebih gelap memang tidak selalu mudah mengalami kulit terbakar seperti kulit terang, tetapi tetap dapat mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Saat memilih tabir surya, kamu juga perlu memahami arti angka SPF. Angka SPF tidak menunjukkan berapa lama produk dapat melindungi kulit dalam hitungan menit. SPF menunjukkan tingkat kemampuan produk dalam menyaring sinar UV.
Sebagai gambaran:
- SPF 30 dapat menyaring sekitar 97% sinar UV
- SPF 50 dapat menyaring sekitar 98% sinar UV
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa SPF lebih tinggi dapat memberikan tingkat penyaringan yang sedikit lebih besar. Namun, penggunaan yang tepat dan aplikasi ulang tetap penting untuk mempertahankan perlindungan.
2. Gunakan Tabir Surya dengan Cara dan Jumlah yang Tepat
Menggunakan tabir surya saja belum cukup apabila jumlah yang digunakan terlalu sedikit. Perlindungan optimal membutuhkan aplikasi dengan jumlah yang memadai dan dilakukan secara merata.
Untuk area wajah dan leher, salah satu panduan praktis adalah menggunakan tabir surya sebanyak kurang lebih dua ruas jari.
Area lain yang sering terkena matahari juga perlu diperhatikan, misalnya:
- Telinga
- Leher
- Bagian belakang leher
- Tangan
- Lengan
- Kaki, apabila tidak tertutup pakaian
Aplikasi ulang juga penting, terutama jika kamu melakukan aktivitas di luar ruangan. Secara umum, tabir surya dapat diaplikasikan kembali:
- Setiap 2 jam saat berada di luar ruangan
- Setiap 4 jam saat lebih banyak berada di dalam ruangan
Kebutuhan aplikasi ulang dapat berubah sesuai dengan aktivitas dan kondisi kulit. Berkeringat atau terkena air, misalnya, dapat memengaruhi lapisan produk yang sebelumnya telah digunakan.
3. Batasi Paparan Matahari pada Waktu dengan Sinar UV Tinggi
Waktu berada di bawah sinar matahari juga perlu diperhatikan. Paparan UV umumnya perlu lebih diwaspadai pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.
Pada rentang waktu tersebut, sebaiknya kurangi aktivitas yang mengharuskan kulit terpapar matahari secara langsung dalam waktu lama. Jika tetap perlu beraktivitas di luar ruangan, kombinasikan penggunaan tabir surya dengan perlindungan fisik.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Berteduh saat memungkinkan
- Menggunakan pakaian yang menutupi kulit
- Memakai topi untuk melindungi area kepala dan wajah
- Menggunakan pelindung tambahan saat berada di luar ruangan dalam waktu lama
Membatasi paparan bukan berarti seseorang harus menghindari matahari sepenuhnya. Tujuannya adalah mengurangi paparan berlebihan yang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada kulit.
4. Tetap Lindungi Kulit Saat Cuaca Mendung
Cuaca mendung sering membuat seseorang merasa tidak perlu menggunakan tabir surya. Padahal, awan tidak sepenuhnya menghalangi sinar UV.
Sinar UV dapat menembus awan hingga sekitar 80%. Artinya, kulit tetap dapat terpapar meskipun matahari tidak terlihat atau cuaca terasa lebih sejuk.
Kondisi ini penting untuk diingat saat melakukan aktivitas seperti:
- Bekerja di luar ruangan
- Berkendara
- Berolahraga
- Berwisata
- Berjalan kaki dalam waktu lama
Tabir surya tetap perlu digunakan sesuai kebutuhan, terutama ketika aktivitas dilakukan pada siang hari. Perlindungan kulit sebaiknya menjadi kebiasaan harian dan tidak hanya bergantung pada apakah cuaca terlihat cerah atau tidak.
5. Perhatikan Paparan Sinar UV Saat Berada di Dalam Mobil
Berada di dalam kendaraan tidak selalu berarti kulit sepenuhnya terlindungi dari paparan sinar matahari. Kaca samping standar diketahui tidak selalu mampu menahan paparan UVA secara optimal.
UVA dapat menembus lebih jauh ke dalam kulit dan menjadi salah satu jenis sinar UV yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kerusakan kulit akibat paparan matahari.
Penggunaan kaca film yang memiliki kemampuan menahan sinar UV dapat menjadi perlindungan tambahan. Kaca film tertentu mampu menahan hingga 99% sinar UV, sehingga dapat mengurangi paparan ketika seseorang berada di dalam mobil.
Perlindungan saat berkendara dapat menjadi semakin penting bagi orang yang:
- Menghabiskan waktu lama di dalam kendaraan
- Sering melakukan perjalanan pada siang hari
- Memiliki pekerjaan yang membutuhkan mobilitas tinggi
- Sering duduk di dekat jendela yang terkena matahari langsung
Namun, perlindungan dari kaca film sebaiknya tetap dipandang sebagai lapisan tambahan. Perlindungan kulit secara menyeluruh tetap perlu disesuaikan dengan intensitas paparan dan aktivitas sehari-hari.
6. Lindungi Kulit Anak Sejak Dini
Perlindungan dari paparan sinar matahari perlu dilakukan sejak dini. Namun, cara melindungi kulit bayi dan anak harus disesuaikan dengan usianya karena kulit bayi masih lebih sensitif.
Penggunaan tabir surya tidak direkomendasikan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan. Pada usia tersebut, perlindungan lebih baik dilakukan dengan cara fisik, seperti:
- Menempatkan bayi di tempat yang teduh
- Menggunakan pakaian yang dapat menutupi kulit
- Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama
Apabila bayi dijemur, waktu paparan sebaiknya dibatasi sekitar 15 menit dan dilakukan ketika indeks UV sedang rendah. Hindari menjemur bayi terlalu lama di bawah paparan matahari langsung.
Membiasakan perlindungan kulit sejak usia dini juga dapat membangun kebiasaan yang lebih baik saat anak tumbuh besar.
7. Jangan Mudah Percaya pada Mitos tentang Radiasi dan Kanker Kulit
Upaya mencegah kanker kulit juga perlu didukung dengan informasi kesehatan yang benar. Beredarnya berbagai mitos dapat membuat seseorang justru terlalu khawatir terhadap hal yang bukan menjadi faktor risiko utama.
Salah satu anggapan yang keliru adalah bahwa termometer inframerah atau thermogun dapat menyebabkan kanker. Anggapan tersebut tidak tepat.
Termometer inframerah bekerja dengan gelombang inframerah yang memiliki energi rendah. Gelombang tersebut tidak punya energi cukup untuk merusak sel manusia hingga menyebabkan kanker.
Memahami informasi kesehatan secara tepat penting agar upaya pencegahan dapat berfokus pada faktor risiko yang benar-benar perlu diperhatikan.
Mengenali bahaya kanker kulit dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Jika kamu atau keluarga membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan kanker di Malaysia, prosesnya bisa terasa lebih mudah dengan bantuan medical concierge seperti Medtrip.
Baca juga: Rumah Sakit di Malaysia: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui
Mulai dari bantu menemukan rumah sakit dan dokter yang sesuai, mengatur konsultasi, hingga mendampingi proses pengobatan, Medtrip dapat membuat perjalanan medis di Malaysia jadi lebih praktis dan terarah. Konsultasi dengan Medtrip sekarang, yuk!