Hubungi Kami

Apakah Benjolan Tiroid di Leher Tanda Kanker? Ini Kata Dokter di Malaysia!

tiroid di leher

Tiroid di leher merupakan salah satu organ penting yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh. Sayangnya, banyak orang baru menyadari keberadaan kelenjar ini ketika muncul benjolan atau pembengkakan di bagian depan leher. 

Kondisi ini sering kali langsung dikaitkan dengan kanker, padahal kenyataannya tidak semua benjolan tiroid merupakan penyakit ganas. 

Memahami penyebab, gejala, serta perbedaan antara benjolan tiroid dan kanker tiroid sangat penting agar kamu tidak panik sekaligus tidak mengabaikan tanda-tanda yang muncul. Yuk, simak dulu ulasan berikut ini!

Apa Itu Benjolan Tiroid di Leher?

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun. Walaupun ukurannya relatif kecil, organ ini memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan kerja tubuh melalui produksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3).

Lalu, benjolan tiroid di leher terjadi karena adanya gangguan bentuk pada kelenjar tiroid, yang tentu berdampak pada berbagai fungsi tubuh. Berikut ulasan selengkapnya!

Baca juga: Penyakit Tiroid: Penyebab, Pengobatan, dan Biayanya di Malaysia

Jenis-Jenis Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu gangguan fungsi dan bentuknya. Berikut beberapa jenis penyakit tiroid berdasarkan kelompoknya:

1. Penyakit tiroid karena gangguan fungsi

    Hipotiroidisme

    Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kebutuhan tubuh. Produksi hormon yang rendah membuat metabolisme melambat sehingga berbagai fungsi tubuh ikut menurun. Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan sehingga gejalanya sering tidak disadari pada tahap awal.

    Hipertiroidisme

    Hipertiroidisme merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan. Metabolisme tubuh menjadi terlalu aktif sehingga penderita dapat mengalami penurunan berat badan, jantung berdebar, mudah berkeringat, hingga sulit tidur.

    2. Penyakit tiroid karena gangguan bentuk

      Gondok

      Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan munculnya benjolan pada bagian depan leher. Kondisi ini dapat dipicu oleh kekurangan yodium maupun gangguan produksi hormon tiroid. Tidak semua gondok berkaitan dengan kanker, bahkan sebagian besar bersifat jinak.

      Nodul Tiroid

      Nodul tiroid merupakan benjolan padat atau berisi cairan yang tumbuh di dalam jaringan kelenjar tiroid. Sebagian besar nodul tidak bersifat ganas dan hanya ditemukan secara tidak sengaja saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Meski demikian, nodul tetap memerlukan evaluasi dokter untuk memastikan sifatnya.

      Kanker Tiroid

      Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel pada kelenjar tiroid mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali hingga membentuk jaringan ganas. Dibandingkan jenis penyakit tiroid lainnya, kanker tiroid memiliki angka kejadian yang lebih rendah. Diagnosis hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis, bukan hanya berdasarkan adanya benjolan di leher.

      Baca juga: Catat! 5 Rumah Sakit Kanker Terbaik di Malaysia

      Tidak semua penyakit tiroid menyebabkan benjolan di leher. Ini hanya akan terlihat bila penyakit tiroid yang diderita disebabkan oleh adanya gangguan bentuk, seperti gondok atau nodul tiroid. Pembengkakan di bagian depan leher menjadi salah satu tanda yang paling mudah dikenali. 

      Keluhan tersebut juga dapat disertai rasa tidak nyaman saat menelan, suara menjadi serak, atau sensasi tertekan pada leher apabila ukuran kelenjar semakin membesar.

      Gejala Benjolan Tiroid

      Pada kondisi yang menyebabkan perubahan bentuk kelenjar, seperti gondok atau nodul tiroid, tanda awal yang paling sering muncul adalah benjolan di bagian depan leher. 

      Tak hanya itu, berikut karakteristik dan keluhan dari penyakit gondok dan nodul tiroid:

      1. Gejala Gondok

        Gondok umumnya ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di bagian depan leher. Pada tahap awal, benjolan mungkin tidak menimbulkan keluhan. 

        Akan tetapi, ketika ukuran kelenjar semakin besar atau produksi hormon tiroid mulai terganggu, penderita dapat mengalami berbagai gejala.

        Apabila gondok menyebabkan kekurangan hormon tiroid, gejala yang dapat muncul antara lain:

        • Mudah lelah.
        • Sering merasa kedinginan.
        • Kulit menjadi kering.
        • Mudah mengantuk.
        • Sembelit.
        • Sulit berkonsentrasi.

        Sebaliknya, jika gondok menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan, gejala yang dapat dirasakan meliputi:

        • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
        • Lebih sensitif terhadap udara panas.
        • Berkeringat berlebihan.
        • Sulit tidur.
        • Tekanan darah meningkat.
        • Nafsu makan bertambah.

        2. Gejala Nodul Tiroid

          Sebagian besar nodul tiroid tidak menimbulkan gejala, terutama ketika ukurannya masih kecil. Benjolan sering kali baru ditemukan secara tidak sengaja saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau USG leher.

          Keluhan biasanya mulai muncul ketika nodul bertambah besar sehingga menekan jaringan di sekitarnya. Beberapa gejala yang dapat dirasakan meliputi:

          • Sulit menelan.
          • Sulit bernapas.
          • Suara menjadi serak.
          • Nyeri dan pembengkakan pada area leher.

          Meskipun sebagian besar nodul bersifat jinak, benjolan yang terus membesar tetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat dipastikan.

          Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai pada Benjolan Tiroid di Leher

          Sebagian besar benjolan tiroid memang tidak bersifat ganas. Namun, bukan berarti setiap benjolan atau perubahan pada area leher boleh diabaikan. Kamu tetap perlu waspada bila benjolan di bagian depan leher merupakan tanda adanya kanker tiroid. 

          Berikut beberapa kondisi yang sebaiknya tidak kamu abaikan:

          1. Benjolan di Leher Terus Membesar

            Benjolan yang semakin membesar dalam waktu singkat merupakan salah satu tanda yang perlu mendapatkan perhatian. Pembesaran tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gondok, nodul tiroid, hingga kanker tiroid.

            Perhatikan beberapa perubahan berikut:

            • Ukuran benjolan bertambah dalam beberapa minggu atau bulan.
            • Bentuk benjolan tampak semakin menonjol dari luar.
            • Leher terasa lebih penuh atau tertekan dibandingkan sebelumnya.
            • Benjolan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

            Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG untuk mengetahui penyebab pembesaran tersebut. Semakin cepat perubahan ukuran diketahui, semakin mudah dokter menentukan langkah penanganan yang sesuai.

            2. Benjolan Terasa Keras dan Sulit Digerakkan

              Karakteristik benjolan juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi yang mendasarinya.

              Benjolan yang perlu dicurigai memiliki karakteristik seperti:

              • Terasa keras dan padat.
              • Sulit digerakkan karena menempel pada jaringan di sekitarnya.
              • Tidak berubah posisi saat menelan.
              • Tidak selalu menimbulkan rasa nyeri.

              3. Muncul Gangguan Menelan, Bernapas, atau Suara Serak

                Kelenjar tiroid berada sangat dekat dengan saluran napas, kerongkongan, dan pita suara. Saat ukuran kelenjar membesar, jaringan di sekitarnya dapat ikut tertekan sehingga menimbulkan berbagai keluhan.

                Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

                • Sulit menelan makanan atau minuman.
                • Muncul sensasi seperti ada yang mengganjal di tenggorokan.
                • Napas terasa lebih pendek atau sesak.
                • Suara menjadi serak dan tidak kunjung membaik.
                • Batuk berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas.

                Keluhan tersebut tidak selalu menunjukkan kanker tiroid. Akan tetapi, kombinasi gejala tersebut dengan adanya benjolan di leher perlu segera dievaluasi oleh dokter.

                4. Memiliki Faktor Risiko Kanker Tiroid

                  Seseorang dengan faktor risiko tertentu sebaiknya lebih waspada apabila menemukan perubahan pada area leher, meskipun keluhan yang dirasakan masih ringan.

                  Risiko kanker tiroid diketahui lebih tinggi pada orang yang:

                  • Berjenis kelamin wanita.
                  • Memiliki riwayat penyakit gondok atau gangguan tiroid.
                  • Mengalami kekurangan asupan yodium dalam jangka panjang.
                  • Pernah terpapar radiasi pada area kepala atau leher.
                  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tiroid atau kanker tiroid.

                  Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. Namun, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan kelainan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

                  Baca juga: Kebiasaan Hidup Sehat: Apa yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Penyakit Kronis?

                  5. Gejala Tidak Kunjung Membaik atau Semakin Bertambah

                    Gangguan tiroid sering kali berkembang secara perlahan. Awalnya hanya berupa benjolan kecil, tetapi lama-kelamaan dapat disertai berbagai keluhan lain.

                    Segera perhatikan apabila:

                    • Benjolan tidak mengecil setelah beberapa minggu.
                    • Keluhan justru semakin bertambah.
                    • Berat badan berubah drastis tanpa sebab yang jelas.
                    • Jantung sering berdebar atau tubuh mudah lelah.
                    • Muncul pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

                    Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kondisi perlu dievaluasi lebih lanjut agar penyebabnya dapat diketahui dan pengobatan tidak terlambat diberikan.

                    Siapa yang Memiliki Risiko Lebih Tinggi Mengalami Kanker Tiroid?

                    Penyebab pasti kanker tiroid hingga saat ini belum sepenuhnya diketahui. Akan tetapi, sejumlah penelitian menunjukkan adanya beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.

                    Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:

                    • Berjenis kelamin wanita. Kanker tiroid diketahui lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria.
                    • Memiliki riwayat penyakit gondok atau gangguan tiroid sebelumnya.
                    • Mengalami kekurangan asupan yodium dalam jangka panjang.
                    • Pernah terpapar radiasi, terutama pada area kepala dan leher.
                    • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker atau penyakit tiroid tertentu.

                    Apakah Benjolan Tiroid di Leher Selalu Merupakan Tanda Kanker?

                    Menemukan benjolan pada bagian depan leher memang dapat menimbulkan kekhawatiran. Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkannya dengan kanker tiroid. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

                    Konsultan Endokrinologi Dr. Malik Mumtaz menjelaskan bahwa sebagian besar penyakit tiroid di leher bukan merupakan kanker, melainkan gangguan pada kelenjar tiroid yang bersifat jinak, seperti gondok, nodul jinak, atau peradangan tiroid.

                    Artinya, keberadaan benjolan pada tiroid tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan seseorang mengalami kanker. Dibutuhkan pemeriksaan medis yang menyeluruh agar dokter dapat mengetahui penyebab benjolan sekaligus menentukan penanganan yang paling tepat.

                    Meski demikian, bukan berarti setiap benjolan boleh diabaikan. Oleh sebab itu, mengenali perbedaan antara benjolan yang cenderung jinak dan yang patut dicurigai sebagai kanker menjadi langkah penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis.

                    Mengapa Penyakit Tiroid Tidak Selalu Menjadi Tanda Kanker?

                    Sebagian besar benjolan pada kelenjar tiroid ternyata bukan merupakan kanker. Banyak kasus terjadi akibat perubahan fungsi hormon atau pembesaran kelenjar yang masih bersifat jinak.

                    Beberapa alasan yang menjelaskan mengapa penyakit tiroid tidak selalu berkaitan dengan kanker antara lain:

                    • Sebagian besar benjolan tiroid bersifat jinak

                    Benjolan dapat berupa gondok, kista, maupun nodul jinak yang tidak menyebar ke organ lain dan umumnya dapat dipantau atau diobati sesuai penyebabnya.

                    • Gangguan hormon lebih sering menjadi penyebab penyakit tiroid

                    Hipotiroidisme maupun hipertiroidisme terjadi akibat produksi hormon yang terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kedua kondisi tersebut merupakan gangguan fungsi kelenjar, bukan pertumbuhan sel kanker.

                    • Peradangan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan pembengkakan

                    Tiroiditis membuat kelenjar membesar dan terasa tidak nyaman. Kondisi ini berbeda dengan kanker karena dipicu oleh proses peradangan, bukan pertumbuhan sel ganas.

                    • Bentuk benjolan jinak memiliki karakteristik yang berbeda

                    Pada umumnya, benjolan jinak terasa lunak atau kenyal, masih dapat bergerak ketika menelan, dan terkadang disertai rasa nyeri atau tidak nyaman akibat pembengkakan.

                    • Banyak kasus dapat ditangani tanpa operasi kanker

                    Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter sering kali menemukan bahwa benjolan hanya memerlukan pemantauan berkala, terapi hormon, atau pengobatan sesuai penyebabnya.

                    Walaupun peluang benjolan bersifat jinak lebih besar, pemeriksaan medis tetap diperlukan agar penyebabnya dapat dipastikan secara akurat.

                    Bagaimana Dokter Memastikan Benjolan Tiroid Merupakan Kanker?

                    Dokter tidak dapat memastikan apakah benjolan bersifat jinak atau ganas hanya melalui pemeriksaan fisik. Oleh sebab itu, diperlukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memperoleh diagnosis yang akurat.

                    Pemeriksaan yang umumnya dilakukan meliputi:

                    • Wawancara medis mengenai keluhan, riwayat penyakit, dan faktor risiko.
                    • Pemeriksaan fisik pada area leher untuk menilai ukuran, konsistensi, dan pergerakan benjolan.
                    • Tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid.
                    • Pemeriksaan USG tiroid guna melihat bentuk, ukuran, dan karakteristik benjolan.
                    • Biopsi jarum halus (Fine Needle Aspiration/FNA) apabila hasil USG menunjukkan tanda yang mencurigakan.

                    Hasil dari seluruh pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan apakah benjolan cukup dipantau, memerlukan pengobatan tertentu, atau membutuhkan tindakan operasi.

                    Bagaimana Pengobatan Jika Benjolan Tiroid Terbukti Kanker?

                    Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker tiroid, dokter akan menentukan terapi berdasarkan jenis kanker, ukuran tumor, penyebaran penyakit, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

                    Beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan meliputi:

                    • Operasi tiroid

                    Tindakan ini bertujuan mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid yang mengandung sel kanker dan menjadi terapi utama pada sebagian besar kasus.

                    • Terapi yodium radioaktif

                    Setelah operasi, sebagian pasien dapat menjalani terapi ini untuk menghancurkan sisa sel kanker tiroid. Sel kanker akan menyerap yodium radioaktif sehingga dapat dihancurkan dengan lebih efektif, sementara sebagian besar jaringan tubuh lainnya tidak terpengaruh.

                    • Radioterapi eksternal

                    Terapi radiasi dari luar tubuh dipertimbangkan apabila masih terdapat sel kanker setelah operasi atau ketika kanker tidak memungkinkan untuk diangkat seluruhnya.

                    • Kemoterapi dan terapi target

                    Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat kemoterapi atau terapi target melalui obat minum maupun suntikan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

                    Baca juga: Biaya Kemoterapi di Malaysia: Berapa Besar Dana yang Harus Disiapkan?

                    Kabar baiknya, kanker tiroid termasuk salah satu jenis kanker yang punya peluang kesembuhan tinggi apabila ditemukan sejak stadium awal. Semakin cepat ditemukan, semakin besar pula peluang pasien memperoleh hasil pengobatan yang optimal.

                    Jika kamu ingin menjalani pemeriksaan atau pengobatan tiroid di Malaysia, Medtrip siap membantu sebagai medical concierge terpercaya. Mulai dari memilih rumah sakit dan dokter spesialis hingga mengatur kebutuhan perjalanan medis, Medtrip membuat proses berobat dari Indonesia ke Malaysia menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman. 

                    Baca juga: 3 Rekomendasi Hotel Dekat Rumah Sakit Terkenal di Malaysia

                    Kontak Medtrip untuk jadwalkan keberangkatanmu sekarang!

                    Berita Terbaru