Hubungi Kami

Penyempitan Pembuluh Darah: 5 Hal Tentang Intravascular Ultrasound (IVUS)

penyempitan pembuluh darah

Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang dapat mengurangi aliran darah menuju organ-organ penting, termasuk jantung dan otak. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini berisiko memicu berbagai komplikasi serius seperti serangan jantung maupun stroke. 

Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan dalam bidang kardiologi intervensi adalah Intravascular Ultrasound (IVUS)

Lantas, apa sebenarnya IVUS, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa teknologi ini jadi salah satu alat penting dalam penanganan penyakit jantung modern? Simak penjelasan lengkapnya berikut!

Apa Itu Intravascular Ultrasound (IVUS)?

Intravascular Ultrasound (IVUS) adalah teknologi pencitraan medis minimal invasif yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar penampang melintang bagian dalam pembuluh darah secara langsung (real-time). 

IVUS paling sering digunakan oleh dokter spesialis jantung intervensi saat melakukan prosedur kateterisasi jantung, angiografi koroner, maupun pemasangan stent. Melalui pemeriksaan ini, dokter tidak hanya melihat apakah terdapat penyempitan, tapi juga mengetahui penyebabnya, tingkat keparahannya, serta karakteristik plak yang menumpuk di dinding pembuluh darah.

Bagaimana Cara Kerja IVUS?

Prosedur IVUS dilakukan menggunakan kateter yang sangat tipis dan fleksibel. Pada ujung kateter terdapat probe ultrasound mini yang memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke arah dinding pembuluh darah.

Gelombang suara tersebut akan dipantulkan kembali sebagai echo setelah mengenai jaringan pembuluh darah. Selanjutnya, komputer mengolah pantulan gelombang tersebut menjadi gambar penampang melintang yang dapat dilihat secara langsung oleh dokter selama prosedur berlangsung.

Secara umum, tahapan pemeriksaan meliputi:

  • Pasien diberikan obat penenang ringan agar merasa lebih rileks selama tindakan.
  • Area tempat masuknya kateter, biasanya melalui pergelangan tangan atau lipat paha, dibersihkan dan diberikan anestesi lokal.
  • Dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju lokasi yang akan diperiksa.
  • Probe ultrasound mulai menghasilkan gambar kondisi pembuluh darah secara real-time.
  • Setelah seluruh area selesai diperiksa, kateter dikeluarkan kembali dan area sayatan ditutup menggunakan perban tanpa memerlukan jahitan.

Seluruh proses berlangsung dengan teknik minimal invasif sehingga pemulihan pasien relatif cepat dibandingkan prosedur bedah terbuka.

Apa yang Bisa Dilihat Melalui IVUS?

Keunggulan utama IVUS terletak pada kemampuannya melihat struktur pembuluh darah secara menyeluruh. Pemeriksaan ini mampu memberikan informasi yang sangat rinci mengenai:

  • Ketebalan dinding pembuluh darah.
  • Luas dan diameter pembuluh darah.
  • Lokasi penyempitan secara presisi.
  • Tingkat keparahan penyumbatan.
  • Karakteristik plak, baik plak lunak yang kaya lemak maupun plak keras yang mengalami kalsifikasi.
  • Kondisi pembuluh darah sebelum dan sesudah pemasangan stent.

Informasi tersebut sangat membantu dokter dalam menentukan strategi pengobatan yang paling tepat bagi setiap pasien.

Siapa yang Umumnya Membutuhkan IVUS?

IVUS biasanya direkomendasikan pada pasien yang diduga mengalami gangguan pembuluh darah atau memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi berbagai kondisi, antara lain:

  • Penyakit arteri koroner.
  • Penyakit arteri perifer (Peripheral Artery Disease/PAD).
  • Penyakit arteri karotis.
  • Aneurisma aorta.
  • Penyempitan arteri pulmonalis.
  • Deep Vein Thrombosis (DVT).
  • Bekuan darah pada pembuluh darah tertentu.

Selain itu, dokter juga dapat menyarankan IVUS apabila pasien mengalami gejala seperti:

  • Nyeri dada saat beraktivitas.
  • Sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Hasil angiografi yang masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.
  • Riwayat serangan jantung.
  • Faktor risiko tinggi seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok.

Selain menggunakan bantuan IVUS, metode pengobatan Intravascular Lithotripsy (IVL) juga bisa jadi opsi terapi untuk masalah penyempitan pembuluh darah. Apa itu IVL? Bisa kamu simak pada artikel: Intravascular Lithotripsy (IVL): Solusi Penyumbatan Pembuluh Darah di Malaysia.

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Intravascular Ultrasound (IVUS)

Supaya lebih memahami mengapa IVUS menjadi salah satu teknologi andalan dalam dunia kardiologi modern, berikut lima hal penting yang perlu kamu ketahui:

1. IVUS Memberikan Gambaran yang Jauh Lebih Detail Dibandingkan Angiografi

Banyak orang mengira angiografi sudah cukup untuk mengetahui kondisi pembuluh darah. Padahal, kedua pemeriksaan ini memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.

Angiografi menggunakan sinar-X dengan bantuan zat kontras sehingga menghasilkan gambar dua dimensi mengenai aliran darah di dalam pembuluh. Pemeriksaan ini sangat baik untuk mengetahui lokasi penyempitan secara umum, tapi punya keterbatasan dalam menilai kondisi dinding pembuluh darah.

Sebaliknya, IVUS menggunakan gelombang suara sehingga mampu menghasilkan gambar penampang melintang yang memperlihatkan:

  • Struktur lengkap dinding pembuluh darah.
  • Ketebalan pembuluh darah.
  • Bentuk plak secara utuh.
  • Distribusi plak di sepanjang pembuluh darah.
  • Diameter pembuluh darah yang sebenarnya.

Informasi tambahan tersebut membuat dokter memperoleh gambaran yang jauh lebih komprehensif sebelum menentukan jenis terapi.

2. IVUS Bantu Mengetahui Tingkat Keparahan Penyumbatan Secara Lebih Akurat

Tidak semua penyempitan memiliki tingkat bahaya yang sama. Pada beberapa kasus, pembuluh darah tampak menyempit, tetapi aliran darah masih cukup baik. Sebaliknya, ada pula penyempitan yang terlihat ringan namun ternyata memiliki plak yang luas di dalam dinding pembuluh darah.

Melalui IVUS, dokter dapat mengevaluasi secara lebih mendalam berbagai aspek seperti:

  • Luas area penyumbatan.
  • Persentase penyempitan pembuluh darah.
  • Volume plak.
  • Distribusi plak di sepanjang pembuluh darah.
  • Apakah plak bersifat lunak atau sudah mengalami pengerasan akibat kalsifikasi.

Penilaian yang lebih rinci ini membantu dokter menentukan apakah pasien cukup menjalani terapi obat, memerlukan pemasangan stent, atau bahkan membutuhkan tindakan lain seperti operasi bypass.

Selain itu, identifikasi plak berkalsifikasi juga sangat penting. Plak yang mengeras sering kali memerlukan teknik khusus sebelum pemasangan stent agar hasil tindakan menjadi lebih optimal.

3. IVUS Sangat Membantu Dokter Saat Memasang Stent

Salah satu penggunaan IVUS yang paling penting adalah sebagai panduan selama prosedur pemasangan stent pada pembuluh darah koroner.

Sebelum stent dipasang, dokter perlu mengetahui ukuran pembuluh darah yang sebenarnya. Pemilihan ukuran stent yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi di kemudian hari.

Melalui IVUS, dokter dapat melakukan pengukuran secara presisi terhadap:

  • Diameter pembuluh darah.
  • Panjang area yang mengalami penyempitan.
  • Lokasi awal dan akhir plak.
  • Kondisi jaringan di sekitar pembuluh darah.

Data tersebut membantu dokter memilih:

  • Ukuran stent yang paling sesuai.
  • Panjang stent yang optimal.
  • Posisi pemasangan yang paling tepat.

Pendekatan yang lebih presisi ini membantu meningkatkan keberhasilan prosedur sekaligus mengurangi kemungkinan stent bergeser, tidak mengembang sempurna, maupun menimbulkan penyempitan kembali di masa mendatang.

4. IVUS Digunakan untuk Memastikan Hasil Tindakan Sudah Optimal

Peran IVUS tidak berhenti setelah stent berhasil dipasang. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mengevaluasi hasil akhir prosedur sebelum tindakan dinyatakan selesai.

Dokter akan memastikan beberapa hal penting, antara lain:

  • Stent telah mengembang secara maksimal.
  • Seluruh bagian stent menempel rapat pada dinding pembuluh darah.
  • Tidak ada bagian pembuluh yang masih mengalami penyempitan.
  • Tidak terjadi robekan atau cedera pada dinding pembuluh darah.
  • Aliran darah kembali berjalan dengan baik.

Tahap evaluasi ini sangat penting karena pemasangan stent yang tampak baik pada angiografi belum tentu benar-benar optimal jika dilihat dari dalam menggunakan IVUS.

Melalui pemeriksaan tambahan tersebut, dokter dapat segera melakukan penyesuaian apabila ditemukan bagian stent yang belum mengembang sempurna, sehingga hasil jangka panjang menjadi lebih baik.

5. IVUS Merupakan Pemeriksaan yang Akurat, Minim Invasif, dan Memberikan Hasil Secara Langsung

Salah satu alasan IVUS semakin banyak digunakan di berbagai pusat layanan jantung modern adalah kombinasi antara tingkat akurasi yang tinggi dan prosedur yang relatif nyaman bagi pasien.

Pemeriksaan ini hanya memerlukan sayatan kecil sebagai akses masuk kateter sehingga tidak membutuhkan operasi besar. Pasien umumnya tetap sadar selama tindakan berlangsung, meskipun diberikan obat penenang ringan agar lebih rileks.

Beberapa keunggulan lain dari IVUS meliputi:

  • Menghasilkan gambar secara real-time.
  • Tidak menggunakan radiasi sinar-X untuk menghasilkan gambar ultrasound.
  • Membantu dokter mengambil keputusan saat prosedur masih berlangsung.
  • Waktu pemulihan relatif singkat.
  • Risiko komplikasi rendah apabila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman.
  • Memberikan informasi yang sangat akurat untuk menunjang diagnosis maupun tindakan intervensi.

Hasil pemeriksaan sebenarnya dapat langsung terlihat selama prosedur berlangsung. Namun, dokter biasanya menjelaskan seluruh temuan kepada pasien setelah tindakan selesai dan efek obat penenang mulai berkurang.

Kecepatan memperoleh hasil ini memungkinkan proses pengambilan keputusan pengobatan oleh dokter jadi lebih efisien. 

Penggunaan Intravascular Ultrasound (IVUS) dalam Pengobatan Penyakit Penyempitan Pembuluh Darah di Malaysia

Perkembangan teknologi kardiologi membuat penanganan penyempitan pembuluh darah kini tidak lagi hanya mengandalkan angiografi. Sejumlah rumah sakit jantung di Malaysia telah memanfaatkan Intravascular Ultrasound (IVUS) sebagai bagian dari prosedur intervensi koroner agar diagnosis dan tindakan yang diberikan menjadi lebih akurat. 

Teknologi ini membantu dokter memperoleh gambaran kondisi pembuluh darah secara menyeluruh, sehingga setiap keputusan pengobatan dapat disesuaikan dengan karakteristik pembuluh darah masing-masing pasien.

Baca juga: Pengalaman Berobat ke Malaysia: 5 Alasan yang Bikin Puas

Di Malaysia, IVUS umumnya digunakan oleh dokter spesialis jantung intervensi saat melakukan prosedur kateterisasi jantung (cardiac catheterization), angiografi koroner, maupun pemasangan stent. Pemeriksaan dilakukan secara real-time sehingga dokter dapat langsung mengevaluasi kondisi pembuluh darah tanpa perlu menunggu hasil pemeriksaan tambahan.

Bagi pasien dari Indonesia yang ingin menjalani pemeriksaan maupun pengobatan penyempitan pembuluh darah di Malaysia, Medtrip dapat membantu seluruh proses mulai dari konsultasi awal, memilih rumah sakit yang sesuai, mengatur jadwal pemeriksaan, hingga mendampingi kebutuhan selama pengobatan. 

Yuk, kontak Medtrip sekarang untuk jadwalkan keberangkatanmu!

Berita Terbaru