Dr Malik Mumtaz
Berobat ke Dr Malik Mumtaz, Spesialis Endokrinologi Favorit Pasien dari Indonesia di Island Hospital Penang

Dokter spesialis endokrin merupakan salah satu pilar kesehatan yang berperan penting dalam mengelola penyakit hormonal. Sistem endokrin memegang peran sentral dalam mengatur sejumlah proses penting dalam tubuh manusia, termasuk metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, serta fungsi organ-organ vital. Apa itu Penyakit Endokrin? Penyakit endokrin melibatkan gangguan pada kelenjar endokrin atau organ yang memproduksi hormon. Kelenjar-kelenjar ini mencakup kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, hipofisis, kelenjar pineal, paratiroid, dan gonad (indung telur dan testis). Gangguan pada kelenjar endokrin dapat menyebabkan produksi hormon yang berlebihan atau kurang, atau bahkan gangguan pada respon tubuh terhadap hormon. Peran Dokter Spesialis Endokrin Dokter spesialis endokrin adalah ahli dalam menangani dan mengelola berbagai gangguan hormonal. Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang cara kerja sistem endokrin, diagnosis penyakit, dan pengelolaan kondisi hormonal yang kompleks. Berikut beberapa peran utama yang dimiliki dokter spesialis endokrin: Diagnosis Penyakit Hormonal Dokter endokrin ahli dalam melakukan diagnosis yang tepat untuk gangguan hormonal. Mereka menggunakan berbagai tes laboratorium dan prosedur medis untuk mengidentifikasi penyebab spesifik gangguan hormonal pada pasien. Pengelolaan Diabetes Diabetes merupakan salah satu penyakit yang paling umum ditangani oleh dokter spesialis endokrin. Mereka membantu pasien dalam mengelola kadar gula darah dengan pengaturan diet, obat-obatan, serta insulin, jika diperlukan. Pengelolaan Gangguan Tiroid Gangguan tiroid seperti hipotiroidisme (produksi hormon tiroid yang rendah) atau hipertiroidisme (produksi hormon tiroid yang tinggi) merupakan masalah umum yang ditangani oleh dokter endokrin. Mereka membantu dalam menormalkan kadar hormon tiroid dan meminimalkan dampaknya pada kesehatan. Penanganan Kelenjar Adrenal Kelenjar adrenal memproduksi hormon penting seperti kortisol. Dokter spesialis endokrin memeriksa dan mengelola kondisi seperti sindrom Cushing (kortisol berlebihan) atau insufisiensi adrenal (produksi hormon yang kurang). Perawatan Pubertas dan Kesuburan Dokter spesialis endokrin membantu remaja yang mengalami masalah dalam pubertas atau kesuburan. Mereka memberikan perawatan untuk menyeimbangkan hormon dan mengatasi masalah yang terkait. Konseling dan Edukasi Pasien Sebagai bagian dari peran mereka, dokter spesialis endokrin memberikan informasi dan edukasi kepada pasien tentang kondisi mereka. Mereka membantu pasien memahami pengaruh kondisi hormonal terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Pentingnya Konsultasi dengan Dokter Spesialis Endokrin Penting bagi seseorang yang mengalami gejala gangguan hormonal untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin. Gejala seperti penurunan berat badan atau penambahan berat badan yang tidak wajar, kelelahan yang berlebihan, perubahan mood yang signifikan, gangguan tidur yang kronis, serta masalah dengan siklus menstruasi pada wanita atau disfungsi ereksi pada pria bisa menjadi tanda adanya gangguan hormonal yang perlu ditangani. Konsultasi dengan dokter spesialis endokrin sangat penting untuk diagnosis yang tepat dan perawatan yang efektif. Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang berbagai penyakit hormonal serta pengalaman dalam menangani kasus yang kompleks. Dato’ Dr Malik Mumtaz, Spesialis Endokrin di Island Hospital Penang Dr Malik Mumtaz adalah spesialis endokrin dari Island Hospital Penang, dan menjadi dokter favorit pasien dari Indonesia bila berobat ke sana. Dato’ Dr Malik Mumtaz yang merupakan seorang ahli endokrinologi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengelolaan diabetes, hormon dan penyakit tiroid. Dr. Malik sangat yakin untuk bekerja dan mendukung pasien untuk bisa sembuh kondisi mereka terkait masalah endokrin. Dia sangat berhati-hati dalam mengembangkan rencana perawatan pribadi yang memenuhi kebutuhan pasien. Beliau lulusan dari perguruan tinggi kedokteran di luar negeri khususnya dari Inggris Raya. Berikut ini riwayat pendidikan dr Malik: Doctor of Medicine, MD (USM) Member of the Royal College of Physicians, MRCP (United Kingdom) Fellow of the Royal College of Physicians, FRCP (Edinburgh) Fellow of the Royal College of Physicians, FRCP (Glasgow) Fellowship in Nuclear Medicine (Glasgow) Ada pun spesialisasi yang beliau bidani adalah penyakit dalam, endokrinologi yang meliputi kelenjar-kelenjar endokrin dan sistem hormon di dalam tubuh). Beliau juga berpengalaman dan memiliki fokus khusus dalam pengobatan, diabetes, Osteoporosis, Thyroid, Gangguan endokrin (kelenjar & sistem hormon dalam tubuh), Pengobatan Hyperthyroid dengan Nuklir (Iodium Radioaktif). Praktek dr Malik Mumtaz Dr Malik Mumtaz biasa praktek di Island Hospital Penang dari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.30 hingga 16.30, khusus hari Sabtu praktek pukul 08.30 hingga 12.30. Untuk berkomunikasi, pasien dari Indonesia tak perlu khawatir bicara dengan bahasa apa.  Dr Mumtaz, bisa berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia/Melayu. Apa lagi beliau memiliki banyak pasien dari Indonesia. Sehingga beliau sudah terbiasa mendengar dan berbicara Bahasa Indonesia. Untuk biaya sekali konsultasi di dr Malik Mumtaz sekitar RM 100 hingga RM 300 atau sekitar Rp 300 ribu hingga 900 ribu, tergantung pada keluhan dan pemeriksaan pasien.  Cara Menghubungi dr Malik Mumtaz Meskipun beliau terdapat jadwal praktek reguler setiap hari Senin hingga Sabtu, membuat janji atau appointment terlebih dahulu sangat disarankan. Mengingat pasien yang dr Malik Mumtaz bukan saja dari Indonesia, tetapi pasien lokal dari Malaysia pun sangat banyak.  Pasien yang ingin berkonsultasi dengan dr Malik dapat membuat janji atau appointment melalui link berikut ini [appointment dengan Dato’ dr Malik Mumtaz]. Setelah mengklik link tersebut kamu akan diarahkan untuk mengisi form terlebih dahulu. Jangan lupa untuk menyertakan nomor telepon atau handphone yang tersambung dengan Whatsapp, agar tim dari Medtrip dapat dengan mudah untuk menghubungi kamu.  Jangan khawatir, konsultasikan perjalanan medismu ke Penang, Malaysia bersama Medtrip. Tidak hanya menghubungkan pasien dengan dokter yang diinginkan, tetapi juga membantu pasien mempersiapkan segala kebutuhan perjalanan medis pasien ke Malaysia.

penyempitan pembuluh darah
Penyempitan Pembuluh Darah: 5 Hal Tentang Intravascular Ultrasound (IVUS)

Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang dapat mengurangi aliran darah menuju organ-organ penting, termasuk jantung dan otak. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini berisiko memicu berbagai komplikasi serius seperti serangan jantung maupun stroke.  Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan dalam bidang kardiologi intervensi adalah Intravascular Ultrasound (IVUS).  Lantas, apa sebenarnya IVUS, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa teknologi ini jadi salah satu alat penting dalam penanganan penyakit jantung modern? Simak penjelasan lengkapnya berikut! Apa Itu Intravascular Ultrasound (IVUS)? Intravascular Ultrasound (IVUS) adalah teknologi pencitraan medis minimal invasif yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar penampang melintang bagian dalam pembuluh darah secara langsung (real-time).  IVUS paling sering digunakan oleh dokter spesialis jantung intervensi saat melakukan prosedur kateterisasi jantung, angiografi koroner, maupun pemasangan stent. Melalui pemeriksaan ini, dokter tidak hanya melihat apakah terdapat penyempitan, tapi juga mengetahui penyebabnya, tingkat keparahannya, serta karakteristik plak yang menumpuk di dinding pembuluh darah. Bagaimana Cara Kerja IVUS? Prosedur IVUS dilakukan menggunakan kateter yang sangat tipis dan fleksibel. Pada ujung kateter terdapat probe ultrasound mini yang memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke arah dinding pembuluh darah. Gelombang suara tersebut akan dipantulkan kembali sebagai echo setelah mengenai jaringan pembuluh darah. Selanjutnya, komputer mengolah pantulan gelombang tersebut menjadi gambar penampang melintang yang dapat dilihat secara langsung oleh dokter selama prosedur berlangsung. Secara umum, tahapan pemeriksaan meliputi: Seluruh proses berlangsung dengan teknik minimal invasif sehingga pemulihan pasien relatif cepat dibandingkan prosedur bedah terbuka. Apa yang Bisa Dilihat Melalui IVUS? Keunggulan utama IVUS terletak pada kemampuannya melihat struktur pembuluh darah secara menyeluruh. Pemeriksaan ini mampu memberikan informasi yang sangat rinci mengenai: Informasi tersebut sangat membantu dokter dalam menentukan strategi pengobatan yang paling tepat bagi setiap pasien. Siapa yang Umumnya Membutuhkan IVUS? IVUS biasanya direkomendasikan pada pasien yang diduga mengalami gangguan pembuluh darah atau memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi berbagai kondisi, antara lain: Selain itu, dokter juga dapat menyarankan IVUS apabila pasien mengalami gejala seperti: Selain menggunakan bantuan IVUS, metode pengobatan Intravascular Lithotripsy (IVL) juga bisa jadi opsi terapi untuk masalah penyempitan pembuluh darah. Apa itu IVL? Bisa kamu simak pada artikel: Intravascular Lithotripsy (IVL): Solusi Penyumbatan Pembuluh Darah di Malaysia. 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Intravascular Ultrasound (IVUS) Supaya lebih memahami mengapa IVUS menjadi salah satu teknologi andalan dalam dunia kardiologi modern, berikut lima hal penting yang perlu kamu ketahui: 1. IVUS Memberikan Gambaran yang Jauh Lebih Detail Dibandingkan Angiografi Banyak orang mengira angiografi sudah cukup untuk mengetahui kondisi pembuluh darah. Padahal, kedua pemeriksaan ini memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Angiografi menggunakan sinar-X dengan bantuan zat kontras sehingga menghasilkan gambar dua dimensi mengenai aliran darah di dalam pembuluh. Pemeriksaan ini sangat baik untuk mengetahui lokasi penyempitan secara umum, tapi punya keterbatasan dalam menilai kondisi dinding pembuluh darah. Sebaliknya, IVUS menggunakan gelombang suara sehingga mampu menghasilkan gambar penampang melintang yang memperlihatkan: Informasi tambahan tersebut membuat dokter memperoleh gambaran yang jauh lebih komprehensif sebelum menentukan jenis terapi. 2. IVUS Bantu Mengetahui Tingkat Keparahan Penyumbatan Secara Lebih Akurat Tidak semua penyempitan memiliki tingkat bahaya yang sama. Pada beberapa kasus, pembuluh darah tampak menyempit, tetapi aliran darah masih cukup baik. Sebaliknya, ada pula penyempitan yang terlihat ringan namun ternyata memiliki plak yang luas di dalam dinding pembuluh darah. Melalui IVUS, dokter dapat mengevaluasi secara lebih mendalam berbagai aspek seperti: Penilaian yang lebih rinci ini membantu dokter menentukan apakah pasien cukup menjalani terapi obat, memerlukan pemasangan stent, atau bahkan membutuhkan tindakan lain seperti operasi bypass. Selain itu, identifikasi plak berkalsifikasi juga sangat penting. Plak yang mengeras sering kali memerlukan teknik khusus sebelum pemasangan stent agar hasil tindakan menjadi lebih optimal. 3. IVUS Sangat Membantu Dokter Saat Memasang Stent Salah satu penggunaan IVUS yang paling penting adalah sebagai panduan selama prosedur pemasangan stent pada pembuluh darah koroner. Sebelum stent dipasang, dokter perlu mengetahui ukuran pembuluh darah yang sebenarnya. Pemilihan ukuran stent yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi di kemudian hari. Melalui IVUS, dokter dapat melakukan pengukuran secara presisi terhadap: Data tersebut membantu dokter memilih: Pendekatan yang lebih presisi ini membantu meningkatkan keberhasilan prosedur sekaligus mengurangi kemungkinan stent bergeser, tidak mengembang sempurna, maupun menimbulkan penyempitan kembali di masa mendatang. 4. IVUS Digunakan untuk Memastikan Hasil Tindakan Sudah Optimal Peran IVUS tidak berhenti setelah stent berhasil dipasang. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mengevaluasi hasil akhir prosedur sebelum tindakan dinyatakan selesai. Dokter akan memastikan beberapa hal penting, antara lain: Tahap evaluasi ini sangat penting karena pemasangan stent yang tampak baik pada angiografi belum tentu benar-benar optimal jika dilihat dari dalam menggunakan IVUS. Melalui pemeriksaan tambahan tersebut, dokter dapat segera melakukan penyesuaian apabila ditemukan bagian stent yang belum mengembang sempurna, sehingga hasil jangka panjang menjadi lebih baik. 5. IVUS Merupakan Pemeriksaan yang Akurat, Minim Invasif, dan Memberikan Hasil Secara Langsung Salah satu alasan IVUS semakin banyak digunakan di berbagai pusat layanan jantung modern adalah kombinasi antara tingkat akurasi yang tinggi dan prosedur yang relatif nyaman bagi pasien. Pemeriksaan ini hanya memerlukan sayatan kecil sebagai akses masuk kateter sehingga tidak membutuhkan operasi besar. Pasien umumnya tetap sadar selama tindakan berlangsung, meskipun diberikan obat penenang ringan agar lebih rileks. Beberapa keunggulan lain dari IVUS meliputi: Hasil pemeriksaan sebenarnya dapat langsung terlihat selama prosedur berlangsung. Namun, dokter biasanya menjelaskan seluruh temuan kepada pasien setelah tindakan selesai dan efek obat penenang mulai berkurang. Kecepatan memperoleh hasil ini memungkinkan proses pengambilan keputusan pengobatan oleh dokter jadi lebih efisien.  Penggunaan Intravascular Ultrasound (IVUS) dalam Pengobatan Penyakit Penyempitan Pembuluh Darah di Malaysia Perkembangan teknologi kardiologi membuat penanganan penyempitan pembuluh darah kini tidak lagi hanya mengandalkan angiografi. Sejumlah rumah sakit jantung di Malaysia telah memanfaatkan Intravascular Ultrasound (IVUS) sebagai bagian dari prosedur intervensi koroner agar diagnosis dan tindakan yang diberikan menjadi lebih akurat.  Teknologi ini membantu dokter memperoleh gambaran kondisi pembuluh darah secara menyeluruh, sehingga setiap keputusan pengobatan dapat disesuaikan dengan karakteristik pembuluh darah masing-masing pasien. Baca juga: Pengalaman Berobat ke Malaysia: 5 Alasan yang Bikin Puas Di Malaysia, IVUS umumnya digunakan oleh dokter spesialis jantung intervensi saat melakukan prosedur kateterisasi jantung (cardiac catheterization), angiografi koroner, maupun pemasangan stent. Pemeriksaan dilakukan secara real-time sehingga

radang usus
Radang Usus pada Anak dan Lansia, Apa yang Perlu Diwaspadai?

Radang usus adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak hingga lansia. Penyakit ini bukan hanya sekadar masalah pencernaan biasa, melainkan kondisi kronis yang dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.  Anak-anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang maupun lansia dengan daya tahan tubuh yang sudah menurun sama-sama memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit ini.  Karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu radang usus, gejala yang perlu diwaspadai, faktor risiko, serta cara diagnosis dan pengobatannya. Simak ulasan berikut! Apa Itu Penyakit Radang Usus? Radang usus atau dikenal juga dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah sekelompok gangguan pada saluran cerna yang menyebabkan peradangan kronis. Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan serius pada lapisan usus jika tidak segera ditangani.  Menurut data, lebih dari 6,8 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit ini, dengan angka kejadian terbanyak pada usia 15 – 35 tahun. Meski demikian, kasus pada anak-anak dan kelompok lansia semakin meningkat. Jenis utama radang usus terdiri dari dua macam. Pertama adalah kolitis ulseratif, yaitu peradangan kronis yang menimbulkan luka (ulser) di lapisan terdalam usus besar (kolon) dan rektum. Kolitis ulseratif lebih sering terjadi pada kelompok usia 50 – 70 tahun.  Kedua adalah penyakit Crohn, yang ditandai dengan peradangan mendalam pada lapisan saluran cerna dan bisa mengenai bagian mana pun, mulai dari mulut hingga anus. Berbeda dengan jenis sebelumnya, Crohn’s disease lebih sering dialami oleh kelompok usia 20 – 30 tahun.   Kedua jenis ini sama-sama dapat menimbulkan gejala berat, termasuk diare berkepanjangan, nyeri perut, hingga penurunan berat badan drastis. Gejala Radang Usus pada Anak dan Lansia Anak-anak dan lansia cenderung mengalami gejala radang usus yang lebih kompleks dibanding usia produktif, karena kondisi fisik mereka lebih rentan. Berikut beberapa gejala utama yang perlu diwaspadai: Diare yang berkepanjangan Diare adalah gejala paling umum, sering kali disertai darah atau lendir. Pada anak, diare berkepanjangan dapat memicu dehidrasi dan menghambat pertumbuhan. Sedangkan pada lansia, diare bisa memperburuk kondisi tubuh yang sudah lemah dan memicu ketidakseimbangan elektrolit. Nyeri perut dan kram Rasa sakit di perut bisa muncul sebelum atau sesudah buang air besar. Pada anak-anak, nyeri ini sering menyebabkan mereka sulit makan, sementara pada lansia dapat memperburuk masalah pencernaan lain yang sudah ada. Baca juga: Penyakit Gerd: Mengenal Gerd Anxiety yang Rentan Diderita Anak Muda Berat badan turun tanpa sebab jelas Radang usus membuat tubuh sulit menyerap nutrisi. Anak yang terkena dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan, sedangkan pada lansia, kondisi ini dapat mempercepat proses frailty (kerapuhan) dan meningkatkan risiko komplikasi lain. Kelelahan dan lemas Peradangan kronis membuat energi tubuh terkuras. Anak akan tampak kurang aktif dan mudah lelah saat bermain, sedangkan pada lansia gejala ini bisa mengganggu aktivitas harian hingga meningkatkan risiko jatuh. Demam dan nafsu makan berkurang Peradangan usus sering kali disertai demam ringan hingga sedang. Pada anak, gejala ini menyebabkan sulit makan sehingga kebutuhan gizi tidak tercukupi. Lansia yang mengalami penurunan nafsu makan juga berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Faktor Risiko Penyakit Radang Usus Menurut Mayo Clinic, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, baik anak maupun lansia. Berikut beberapa di antaranya: Riwayat keluarga Anak dengan orang tua atau saudara kandung yang pernah menderita radang usus memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penyakit serupa. Pada lansia, faktor genetik tetap berperan meski risiko meningkat seiring usia. Usia Sebagian besar kasus radang usus didiagnosis pada usia muda, namun anak kecil dan lansia juga memiliki kerentanan. Pada lansia, diagnosis bisa lebih sulit karena sering disalahartikan sebagai penyakit pencernaan lain. Pola makan tidak sehat Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan olahan berlebihan berkontribusi besar pada peradangan usus. Anak yang gemar jajan sembarangan dan lansia yang kurang memperhatikan pola makan sehat sama-sama berisiko tinggi. Merokok Kebiasaan merokok terbukti menjadi faktor risiko utama penyakit Crohn. Bahkan, merokok dapat memperburuk gejala dan mempercepat progresivitas penyakit, terutama pada lansia yang sudah memiliki masalah kesehatan lain. Penggunaan obat tertentu Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen, atau diklofenak bisa memperparah peradangan usus. Pada lansia, penggunaan obat ini untuk penyakit lain (misalnya nyeri sendi) sering kali tidak disadari bisa memicu radang usus. 5 Kebiasaan yang Perlu Dihindari agar Tak Terkena Radang Usus Selain faktor risiko di atas, ada kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu peradangan usus. Menghindarinya adalah langkah pencegahan penting. Apa saja? Tidak mencuci tangan setelah dari toilet Kebersihan tangan berperan besar dalam mencegah penyebaran bakteri penyebab infeksi usus. Anak yang belum terbiasa menjaga kebersihan berisiko tinggi tertular, sedangkan lansia dengan daya tahan tubuh rendah bisa mengalami infeksi lebih berat. Jajan sembarangan Makanan atau minuman yang tidak higienis rentan mengandung bakteri Salmonella atau E. coli. Anak-anak seringkali tidak selektif dalam memilih jajanan, sementara lansia yang mengonsumsi makanan terkontaminasi lebih sulit pulih karena metabolisme tubuhnya sudah melemah. Sering makan gorengan Gorengan mengandung zat berbahaya yang bisa memperparah peradangan usus. Konsumsi berlebihan membuat saluran cerna lebih rentan mengalami iritasi, baik pada anak maupun lansia. Kebiasaan mengonsumsi daging olahan Makanan seperti sosis, kornet, atau daging kalengan tinggi zat aditif dan karsinogen yang bisa memicu peradangan. Bagi lansia, makanan ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker usus besar. Mengabaikan pola makan sehat Kurangnya asupan serat, vitamin, dan cairan memperburuk kesehatan usus. Anak membutuhkan gizi seimbang untuk tumbuh, sedangkan lansia memerlukan makanan bergizi untuk menjaga fungsi tubuh dan memperlambat kerusakan usus. Diagnosis Radang Usus Diagnosis radang usus biasanya dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan medis, yang terdiri dari: Tanya Jawab dan Pemeriksaan Fisik Tahap awal diagnosis dimulai dengan tanya jawab seputar gejala, riwayat kesehatan pasien, serta riwayat keluarga yang mungkin memiliki penyakit serupa. Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk menilai kondisi umum pasien, termasuk adanya nyeri tekan pada perut atau tanda-tanda peradangan lain. Jika keluarga Anda ada yang memiliki gejala dan butuh pemeriksaan lebih lanjut, Anda bisa berobat di Penang untuk mendapat biaya lebih terjangkau dengan pelayanan maksimal dan fasilitas internasional.  Baca juga: Itinerary Perjalanan Wisata Medis ke Penang Selama 3 Hari 2 Malam Pemeriksaan Sampel Tinja Tes tinja membantu mendeteksi adanya darah tersembunyi, infeksi bakteri, atau parasit yang bisa menyebabkan gejala serupa radang usus. Pemeriksaan ini juga dapat menunjukkan tanda-tanda peradangan yang tidak terlihat secara kasat mata, sehingga penting untuk membedakan radang usus