5 Penyebab Kanker Serviks yang Perlu Anda Ketahui
Penyebab kanker serviks sering kali tidak disadari karena penyakit ini berkembang secara perlahan dan pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan keluhan yang khas. Banyak wanita baru mengetahui dirinya mengalami kanker serviks ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, memahami penyebab, faktor risiko, dan gejalanya sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ulasannya, yuk simak! Apa Itu Kanker Serviks? Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim (serviks), yaitu bagian paling bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel normal di serviks mengalami perubahan menjadi sel abnormal, kemudian tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk jaringan ganas. Perubahan sel tersebut umumnya berlangsung secara perlahan selama bertahun-tahun. Pada tahap awal, sel abnormal biasanya masih berada pada kondisi prakanker sehingga belum menimbulkan gejala. Jika tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, perubahan sel tersebut dapat berkembang menjadi kanker serviks invasif yang menyebar ke jaringan di sekitarnya bahkan ke organ lain. Jenis-Jenis Kanker Serviks Berdasarkan asal selnya, kanker serviks dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu: 1. Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker serviks yang paling banyak ditemukan. Kanker ini berasal dari sel skuamosa, yaitu sel tipis yang melapisi bagian luar leher rahim. Sebagian besar kasus kanker serviks termasuk dalam kelompok ini sehingga sering menjadi fokus utama dalam program skrining. 2. Adenokarsinoma Adenokarsinoma berkembang dari sel-sel kelenjar yang berada di saluran leher rahim. Jenis ini lebih jarang ditemukan dibandingkan karsinoma sel skuamosa, tetapi jumlah kasusnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada beberapa kondisi, seseorang dapat mengalami kombinasi kedua jenis kanker tersebut. Selain itu, terdapat pula jenis kanker serviks lain yang berasal dari tipe sel berbeda, meskipun kasusnya sangat jarang. Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting? Kanker serviks memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi apabila ditemukan pada stadium awal. Hal ini terlihat dari angka harapan hidup lima tahun setelah diagnosis yang sangat dipengaruhi oleh stadium penyakit. Berikut gambaran angka harapan hidup penderita kanker serviks berdasarkan stadium: Data tersebut menunjukkan bahwa diagnosis pada stadium awal memberikan peluang hidup yang jauh lebih baik dibandingkan ketika kanker telah menyebar. Selain itu, secara global kanker serviks masih menjadi kanker keempat yang paling sering dialami wanita. Pada tahun 2022 tercatat sekitar 660.000 kasus baru dengan sekitar 350.000 kematian. Sebagian besar kematian tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah akibat keterlambatan diagnosis serta keterbatasan akses terhadap skrining dan pengobatan. Di Indonesia sendiri, kanker serviks telah menyerang sekitar 36.633 wanita sehingga meningkatkan kesadaran mengenai penyakit ini jadi langkah yang sangat penting. Penyebab Kanker Serviks Meskipun penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), tidak semua wanita yang terinfeksi virus ini akan mengalami kanker. Selain karena infeksi HPV, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami kanker serviks, yaitu: 1. Infeksi Human Papillomavirus (HPV) Berisiko Tinggi Infeksi Human papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks. Berdasarkan National Cancer Institute, sekitar 99,7% kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV genital berisiko tinggi yang berlangsung dalam waktu lama. HPV ditularkan melalui kontak seksual dan menginfeksi lapisan sel pada serviks. Sebagian besar infeksi memang dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, apabila virus bertahan selama bertahun-tahun, HPV dapat mengganggu mekanisme normal pembelahan sel sehingga terjadi perubahan genetik yang memicu terbentuknya lesi prakanker. Jika lesi tersebut tidak terdeteksi melalui pemeriksaan rutin, sel abnormal akan terus berkembang hingga menjadi kanker serviks invasif. Ini alasan mengapa infeksi HPV yang persisten jadi faktor utama sebagai penyebab kanker serviks. 2. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah Daya tahan tubuh memiliki peran besar dalam membersihkan infeksi HPV. Ketika sistem imun melemah, tubuh menjadi lebih sulit mengendalikan virus sehingga infeksi dapat bertahan lebih lama. Risiko ini lebih tinggi pada wanita yang: Semakin lama HPV bertahan di dalam tubuh, semakin besar pula peluang terjadinya perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker serviks. 3. Kebiasaan Merokok Merokok menjadi salah satu faktor risiko yang telah banyak dibuktikan melalui berbagai penelitian. Zat kimia dalam rokok tidak hanya merusak jaringan tubuh, tetapi juga menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi HPV. Selain itu, senyawa beracun dari rokok dapat memicu kerusakan DNA pada sel serviks sehingga mempercepat terbentuknya sel kanker. Risiko ini juga dapat meningkat pada wanita yang sering terpapar asap rokok meskipun tidak merokok secara aktif. 4. Aktivitas Seksual yang Meningkatkan Paparan HPV Semakin tinggi peluang seseorang terpapar HPV, semakin besar pula risiko mengalami kanker serviks. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan paparan virus antara lain: Perlu dipahami bahwa faktor-faktor tersebut tidak secara langsung menyebabkan kanker, tetapi meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. 5. Faktor Reproduksi dan Kondisi Medis Tertentu Selain HPV, terdapat beberapa kondisi yang diketahui dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker serviks. Faktor-faktor tersebut meliputi: Faktor-faktor tersebut umumnya meningkatkan risiko dengan cara mempermudah infeksi HPV bertahan lebih lama atau menghambat proses deteksi dini terhadap perubahan sel pada serviks. Baca juga: 6 Tanda PCOS pada Wanita, Penyebab, dan Pengobatannya Gejala Kanker Serviks Gejala kanker serviks sering kali tidak muncul pada stadium awal. Hal ini membuat banyak wanita baru mengetahui penyakitnya setelah kanker berkembang ke stadium yang lebih lanjut. Seiring pertumbuhan sel kanker, keluhan akan menjadi semakin jelas dan cenderung lebih berat. Berikut perkembangan gejala kanker serviks berdasarkan stadium penyakit: 1. Gejala Kanker Serviks Stadium 1 Pada stadium 1, sel kanker masih terbatas pada jaringan serviks dan belum menyebar ke organ lain. Oleh sebab itu, gejala yang muncul biasanya masih ringan bahkan sering tidak disadari. Meski demikian, mengenali tanda-tanda awal tetap penting agar pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi: 2. Gejala Kanker Serviks Stadium 2 Pada stadium 2, kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitar serviks, tetapi belum mencapai dinding panggul maupun bagian bawah vagina. Gejala biasanya menjadi lebih jelas dibandingkan stadium sebelumnya. Beberapa keluhan yang sering dialami antara lain: 3. Gejala Kanker Serviks Stadium 3 Pada stadium 3, kanker telah menyebar hingga dinding panggul atau bagian bawah vagina, bahkan mulai memengaruhi fungsi organ di sekitarnya. Gejala yang muncul umumnya lebih berat dan dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi: Baca juga: Didiagnosis Penyakit Kanker,