Hubungi Kami
apa itu total knee replacement

Pertanyaan tentang “apa itu total knee replacement” mungkin jadi pertanyaan pertama yang muncul saat dokter mulai menyarankan operasi lutut. Buat sebagian orang, istilah ini terdengar menakutkan. 

Padahal, prosedur ini sudah jadi salah satu tindakan ortopedi yang paling sering dilakukan di dunia, terutama untuk pasien dengan kerusakan sendi lutut berat akibat osteoartritis. Biar lebih paham, yuk kita ulas selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Total Knee Replacement?

Secara sederhana, total knee replacement (TKR) atau total knee arthroplasty adalah prosedur pembedahan untuk mengganti permukaan sendi lutut yang rusak dengan komponen buatan (prostesis). Tindakan ini biasanya dilakukan pada kasus osteoartritis tahap akhir, rheumatoid arthritis, atau artropati lain yang menyebabkan nyeri kronis dan keterbatasan gerak.

Operasi ini bukan sekadar “mengganti lutut”, melainkan mengembalikan fungsi sendi agar pasien bisa kembali bergerak dengan nyaman. Tujuan utamanya adalah:

  • Mengurangi atau menghilangkan nyeri lutut kronis.
  • Memperbaiki mobilitas dan kemampuan berjalan.
  • Meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Menariknya, total knee replacement termasuk prosedur ortopedi yang dinilai cost-effective dengan hasil klinis yang baik. Artinya, biaya yang dikeluarkan sebanding dengan peningkatan kualitas hidup yang diperoleh pasien, terutama jika dibandingkan dengan penderitaan akibat nyeri lutut kronis yang tak kunjung membaik.

Teknik Operasi dalam Total Knee Replacement

Dalam praktiknya, ada dua teknik utama yang umum digunakan dalam TKR:

1. Gap Balancing

Teknik gap balancing berfokus pada keseimbangan ligamen. Dokter akan:

  • Melakukan reseksi tulang tibia secara tegak lurus.
  • Mengencangkan ligamen.
  • Menyesuaikan celah fleksi dan ekstensi agar seimbang.

Tujuannya adalah memastikan stabilitas sendi saat lutut ditekuk maupun diluruskan.

Kelebihan teknik ini:

  • Menyesuaikan dengan kondisi jaringan lunak pasien
  • Potensi stabilitas yang lebih baik

Kekurangannya:

  • Membutuhkan pengalaman bedah tinggi
  • Bergantung pada kondisi ligamen

2. Measured Resection (Matched Resection)

Pada teknik ini, dokter mengganti bagian tulang dengan implan yang memiliki ketebalan sesuai anatomi asli pasien. Pendekatan ini berusaha mengembalikan posisi dan dimensi sendi seperti semula.

Kelebihan teknik ini:

  • Lebih presisi berdasarkan ukuran anatomi
  • Cocok untuk pasien dengan struktur tulang yang masih relatif terjaga

Kekurangannya:

  • Kurang fleksibel jika ligamen sudah sangat tidak stabil

Pemilihan teknik tidak bisa disamaratakan. Dokter ortopedi akan mempertimbangkan:

  • Tingkat kerusakan sendi
  • Stabilitas ligamen
  • Jenis implan yang digunakan
  • Usia dan aktivitas pasien

Seberapa Efektif Total Knee Replacement?

Banyak pasien merasakan manfaat besar setelah operasi. Studi menunjukkan bahwa prosedur ini mampu:

  • Mengurangi nyeri secara signifikan
  • Mengembalikan kemampuan berjalan
  • Membantu pasien kembali aktif

Namun, penting untuk memahami bahwa operasi ini bukan “obat ajaib”.

Beberapa fakta penting yang perlu diketahui:

  • Total knee replacement bukan penyembuhan penyakit progresif seperti osteoartritis.
  • Sebagian pasien masih bisa merasakan nyeri ringan setelah operasi.
  • Hasil sangat dipengaruhi komitmen pasien terhadap rehabilitasi.
  • Implan tidak bertahan selamanya — pada usia muda, kemungkinan operasi revisi di masa depan lebih besar.

Alasan Seseorang Harus Menjalani Total Knee Replacement

Setelah memahami apa itu total knee replacement, pertanyaan berikutnya tentu: kapan seseorang benar-benar membutuhkan operasi ini?

Berikut lima alasan utama seseorang harus menjalani prosedur total knee replacement:

1. Osteoarthritis Parah (Stadium 3 – 4)

Osteoarthritis adalah penyebab paling umum seseorang menjalani total knee replacement.

Pada kondisi ini terjadi:

  • Ausnya tulang rawan (kartilago)
  • Penyempitan ruang sendi
  • Pembentukan taji tulang (osteofit)
  • Perubahan bentuk sendi

Pada stadium 3 – 4, kerusakan sudah terlihat jelas pada rontgen. Pasien biasanya mengalami:

  • Nyeri terus-menerus, bahkan saat istirahat
  • Lutut terasa kaku, terutama di pagi hari
  • Sulit berjalan jauh
  • Lutut berbunyi saat digerakkan
  • Keterbatasan aktivitas harian

Osteoarthritis bersifat progresif, kerusakan akan terus memburuk jika tidak ditangani dengan tepat. Ketika obat antiinflamasi, suntikan, dan fisioterapi sudah tidak lagi efektif, total knee replacement jadi solusi untuk mengganti permukaan sendi yang sudah hancur.

2. Rheumatoid Arthritis yang Tidak Responsif Terhadap Pengobatan

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Berbeda dengan osteoarthritis yang disebabkan oleh “aus”, rheumatoid arthritis menyerang lapisan sendi secara sistemik.

Jika tidak terkontrol, rheumatoid arthritis dapat menyebabkan:

  • Kerusakan kartilago permanen
  • Deformitas sendi
  • Instabilitas lutut
  • Hilangnya fungsi sendi

Pada kasus rheumatoid arthritis berat yang tidak membaik dengan terapi obat, termasuk obat antiinflamasi dan agen biologis, total knee replacement diperlukan untuk:

  • Mencegah deformitas permanen
  • Mengembalikan stabilitas sendi
  • Mengurangi nyeri kronis

Dalam banyak kasus, pasien rheumatoid arthritis yang menjalani total knee replacement mengalami peningkatan mobilitas yang signifikan.

3. Cedera Berat atau Trauma Lutut

Cedera berat seperti:

  • Patah tulang intra-artikular
  • Kerusakan ligamen kompleks
  • Dislokasi lutut berat
  • Cedera olahraga yang parah dan merusak struktur sendi secara permanen.

Jika sendi sudah tidak bisa diperbaiki dengan prosedur rekonstruksi, maka total knee replacement menjadi pilihan untuk menggantikan sendi yang rusak.

Trauma juga bisa menyebabkan post-traumatic arthritis, yaitu radang sendi akibat cedera lama yang tidak tertangani optimal. Dalam kondisi ini, nyeri bisa muncul bertahun-tahun setelah cedera awal.

4. Nyeri Kronis yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Indikasi penting lainnya adalah nyeri kronis yang memengaruhi kualitas hidup. Pasien kandidat total knee replacement biasanya mengalami:

  • Sulit berjalan bahkan jarak pendek
  • Nyeri saat naik-turun tangga
  • Tidak bisa jongkok atau berdiri lama
  • Nyeri saat istirahat atau malam hari
  • Gangguan tidur karena nyeri

Ketika lutut tidak lagi mendukung aktivitas dasar, seperti berjalan ke kamar mandi atau berdiri untuk memasak, maka intervensi bedah sering menjadi solusi yang realistis.

Tujuan total knee replacement dalam kasus ini adalah mengembalikan kontrol pasien atas hidupnya.

Baca juga: 6 Olahraga Simpel Bareng Si Kecil untuk Cegah Penyakit Berat di Hari Tua

5. Kegagalan Terapi Konservatif

Sebelum sampai ke meja operasi, hampir semua pasien sudah mencoba berbagai terapi non-bedah selama 6 – 12 bulan, seperti:

  • Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Suntikan kortikosteroid
  • Suntikan hyaluronic acid
  • Fisioterapi intensif
  • Penurunan berat badan
  • Penggunaan alat bantu seperti knee brace

Jika seluruh pendekatan ini tidak memberikan perbaikan signifikan, maka total knee replacement baru dipertimbangkan. Dokter biasanya tidak langsung merekomendasikan operasi kecuali masalah masih signifikan setelah semua terapi konservatif dilakukan.

Plus-Minus Prosedur Total Knee Replacement

Setelah memahami apa itu total knee replacement dan siapa saja yang menjadi kandidatnya, sekarang saatnya membahas sisi realistis dari prosedur ini: apa saja kelebihannya dan apa saja kekurangannya?

Dilansir dari massgeneralbrigham.org, berikut penjelasan lengkap mengenai plus dan minus total knee replacement:

1. Plus: Mengurangi Nyeri Secara Signifikan

Nyeri kronis akibat osteoarthritis adalah alasan nomor satu orang menjalani TKR. Setelah operasi, sebagian besar pasien mengalami penurunan nyeri yang sangat drastis.

Bahkan dalam banyak kasus:

  • Nyeri berat yang sebelumnya muncul setiap hari bisa hilang hampir sepenuhnya.
  • Nyeri saat malam hari berkurang signifikan.
  • Pasien tidak lagi bergantung pada obat anti nyeri dosis tinggi.

Bagi penderita osteoarthritis stadium lanjut, ini bisa terasa seperti “mendapat hidup baru”. Nyeri yang selama bertahun-tahun membatasi aktivitas akhirnya bisa teratasi.

Namun tetap perlu diingat, sebagian kecil pasien mungkin masih merasakan nyeri ringan setelah operasi. Biasanya nyeri ini jauh lebih ringan dibanding sebelum tindakan.

2. Plus: Mobilitas dan Rentang Gerak Meningkat

Lutut yang rusak sering membuat pasien:

  • Tidak bisa menekuk atau meluruskan kaki dengan sempurna.
  • Sulit berjalan lebih dari beberapa menit.
  • Kesulitan bangkit dari duduk.

Dengan penggantian permukaan sendi menggunakan komponen logam dan plastik khusus, gerakan lutut menjadi lebih stabil dan halus.

Manfaat yang sering dirasakan pasien antara lain:

  • Rentang gerak meningkat
  • Langkah lebih stabil
  • Lutut tidak lagi terasa “mengunci”
  • Kemampuan berjalan lebih jauh tanpa rasa sakit

Mobilitas yang membaik ini sangat bergantung pada komitmen pasien menjalani fisioterapi setelah operasi.

3. Plus: Meningkatkan Kemandirian dan Kualitas Hidup

Masalah lutut berat bisa membuat seseorang kehilangan kemandirian. Aktivitas sederhana seperti:

  • Naik turun tangga
  • Berjalan ke kamar mandi
  • Berdiri saat memasak
  • Berbelanja bisa menjadi tantangan besar.

Setelah total knee replacement, banyak pasien melaporkan:

  • Lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
  • Bisa kembali melakukan hobi seperti bersepeda, berenang, atau berjalan santai.
  • Tidak lagi takut bergerak karena nyeri.

Sebagian besar pasien menyatakan puas dengan hasil operasi dan merasakan peningkatan kualitas hidup yang nyata.

4. Minus: Waktu Pemulihan yang Panjang

Salah satu kekurangan terbesar dari total knee replacement adalah waktu pemulihan yang tidak instan.

Meskipun pasien biasanya sudah mulai berjalan dengan bantuan dalam 1 – 2 hari setelah operasi, proses pemulihan penuh bisa memakan waktu hingga 1 tahun.

Selama masa pemulihan:

  • Aktivitas dibatasi
  • Latihan fisik wajib dilakukan secara rutin
  • Fisioterapi formal sering kali diperlukan
  • Rasa tidak nyaman masih bisa muncul di awal

Tanpa komitmen pada rehabilitasi, hasil akhir bisa kurang optimal.

5. Minus: Biaya Operasi yang Cukup Besar

Total knee replacement termasuk prosedur besar dengan biaya yang tidak sedikit.

Biaya dipengaruhi oleh:

  • Jenis implan yang digunakan
  • Teknik operasi
  • Rumah sakit tempat tindakan dilakukan
  • Lama rawat inap
  • Cakupan asuransi

Walaupun secara jangka panjang prosedur ini dinilai cost-effective karena meningkatkan kualitas hidup, tetap saja pengeluaran awalnya cukup besar, terutama jika sebagian biaya harus ditanggung sendiri.

6. Minus: Risiko Komplikasi dan Tidak Permanen

Meskipun total knee replacement adalah prosedur rutin dengan tingkat keberhasilan tinggi, tetap ada risiko komplikasi seperti:

  • Infeksi
  • Penggumpalan darah (deep vein thrombosis)
  • Kerusakan jaringan sekitar
  • Kekakuan sendi

Namun perlu dicatat, komplikasi serius terjadi pada kurang dari 2% kasus.

Selain itu, implan lutut tidak bertahan selamanya. Rata-rata prostesis dapat bertahan 15 tahun atau lebih, tetapi pada pasien usia muda atau yang sangat aktif, kemungkinan membutuhkan operasi revisi di masa depan lebih besar.

Satu hal yang juga penting: lutut buatan tidak akan terasa persis seperti lutut asli. Beberapa keterbatasan tetap ada, terutama untuk aktivitas high-impact seperti:

  • Lari jarak jauh
  • Olahraga kontak fisik
  • Loncat berulang

Detail Prosedur Total Knee Replacement

Setelah memahami apa itu total knee replacement, alasan medisnya, serta plus-minusnya, sekarang kita masuk ke bagian yang paling teknis: bagaimana sebenarnya prosedur ini dilakukan dari awal sampai selesai?

Baca juga: Layanan Unggulan Ortopedi & Trauma

Persiapan Sebelum Total Knee Replacement

Sebelum tindakan dilakukan, dokter ortopedi akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa pasien memang kandidat yang tepat untuk operasi.

Keputusan tidak pernah diambil hanya berdasarkan keluhan nyeri saja. Ada serangkaian pemeriksaan yang wajib dilakukan, seperti:

  1. Anamnesis (Wawancara Medis)

Dokter akan menanyakan beberapa hal penting, seperti:

  • Penyakit yang sedang diderita atau riwayat penyakit sebelumnya
  • Riwayat hipertensi, diabetes, penyakit jantung
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi (terutama obat pengencer darah)
  • Riwayat alergi terhadap obat bius atau antibiotik
  • Riwayat gangguan perdarahan
  • Kondisi kehamilan (jika pasien wanita usia subur)

Semua informasi ini penting untuk meminimalkan risiko komplikasi saat dan setelah operasi.

  1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum untuk memastikan kondisi tubuh stabil, termasuk:

  • Pengukuran suhu tubuh
  • Denyut nadi
  • Tekanan darah
  • Pemeriksaan fungsi jantung dan paru

Selain itu, lutut akan diperiksa untuk menilai:

  • Derajat deformitas
  • Rentang gerak
  • Stabilitas ligamen
  • Tingkat nyeri saat digerakkan
  1. Pemeriksaan Penunjang

Beberapa tes tambahan yang biasanya dilakukan sebelum total knee replacement meliputi:

  • Tes darah lengkap
  • Foto rontgen lutut untuk melihat kerusakan sendi
  • MRI atau CT scan jika diperlukan
  • Rekam jantung (EKG)
  • Pemeriksaan gigi (untuk mencegah risiko infeksi pascaoperasi)

Pemeriksaan gigi sering kali mengejutkan pasien. Namun infeksi dari rongga mulut bisa menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi implan, sehingga pemeriksaan ini penting dilakukan.

Semua evaluasi ini bertujuan untuk:

  • Mengetahui kondisi sendi secara detail
  • Menilai kesiapan tubuh menghadapi operasi
  • Mengurangi risiko komplikasi
  1. Persiapan Menjelang Hari Operasi

Beberapa instruksi yang biasanya diberikan dokter:

  • Berpuasa sekitar 8 jam sebelum operasi
  • Menghentikan obat tertentu sesuai anjuran dokter
  • Datang ditemani anggota keluarga
  • Mempersiapkan alat bantu jalan di rumah

Pendamping keluarga penting karena pasien akan membutuhkan bantuan selama masa pemulihan awal.

Tahapan Prosedur Total Knee Replacement di Ruang Operasi

Pada hari tindakan, pasien akan:

  • Mengganti pakaian dengan jubah operasi
  • Melepas perhiasan
  • Dipasangkan infus
  • Dipasang kateter urine
  • Mendapatkan anestesi (umum atau spinal)

Operasi total knee replacement biasanya berlangsung selama 1 – 2 jam. Berikut tahapan prosedurnya:

  1. Pembersihan dan Sterilisasi Area Operasi

Dokter akan membersihkan kulit di sekitar lutut menggunakan cairan antiseptik untuk memastikan area steril dan meminimalkan risiko infeksi.

Sterilisasi adalah langkah krusial karena infeksi pada sendi buatan bisa menjadi komplikasi serius.

  1. Pembuatan Sayatan (Insisi)

Dokter membuat sayatan di bagian depan lutut untuk mengakses sendi.

Pada teknik tradisional, sayatan lebih panjang. Pada minimally invasive total knee replacement, sayatan dibuat lebih kecil dengan bantuan instrumen khusus.

Meskipun lebih kecil, prosedur tetap dilakukan dengan presisi tinggi.

  1. Pengangkatan Bagian Sendi yang Rusak

Dokter akan:

  • Mengangkat tulang dan kartilago yang rusak pada ujung femur
  • Mengangkat permukaan tibia yang aus
  • Membersihkan sisa jaringan rusak

Bagian tulang yang diangkat akan disesuaikan dengan ukuran dan jenis implan yang akan dipasang.

  1. Pemasangan Prostesis (Implan)

Prostesis biasanya terdiri dari:

  • Komponen logam pada bagian femur
  • Komponen logam pada bagian tibia
  • Insert plastik di antara keduanya

Lapisan plastik ini berfungsi sebagai bantalan agar gerakan tetap halus dan minim gesekan. Jika diperlukan, bagian bawah patella juga bisa diratakan dan dilapisi komponen khusus.

  1. Penyesuaian dan Uji Gerak Lutut

Setelah semua komponen terpasang, dokter akan:

  • Menggerakkan lutut pasien
  • Menekuk dan meluruskan kaki
  • Memastikan stabilitas dan keseimbangan sendi

Di sinilah teknik gap balancing atau measured resection memainkan peran penting.

Gap Balancing

Fokus pada keseimbangan ligamen untuk menciptakan celah fleksi dan ekstensi yang seimbang sehingga lutut terasa stabil dalam posisi lurus maupun tertekuk.

Measured Resection

Menggunakan instrumen presisi untuk memotong tulang dengan ukuran dan sudut tertentu agar sesuai dengan anatomi asli pasien dan menciptakan permukaan yang stabil untuk implan.

Pemilihan teknik sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan evaluasi kondisi lutut pasien.

  1. Penutupan Luka Operasi

Setelah dipastikan berfungsi dengan baik:

  • Sayatan ditutup dengan jahitan atau staples bedah
  • Luka ditutup dengan perban steril

Pasien kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan untuk observasi.

Tahap Awal Pemulihan di Rumah Sakit

Setelah operasi, pasien akan dipantau secara ketat. Biasanya dalam 24 jam pertama:

  • Pasien mulai duduk di tepi tempat tidur.
  • Fisioterapis membantu latihan gerakan ringan.
  • Latihan menekuk dan meluruskan lutut dimulai.

Mobilisasi dini penting untuk:

  • Mencegah penggumpalan darah
  • Mengurangi kekakuan sendi
  • Mempercepat pemulihan

Lama rawat inap umumnya 3 – 5 hari, tergantung kondisi pasien.

Biaya Operasi Total Knee Replacement di Malaysia

Setelah memahami apa itu total knee replacement dan detail prosedurnya, pertanyaan yang hampir selalu muncul berikutnya adalah: berapa biayanya?

Di Malaysia, biaya operasi total knee replacement bervariasi tergantung pada beberapa faktor:

  • Rumah sakit tempat tindakan dilakukan
  • Jenis implan yang digunakan
  • Teknik operasi (konvensional atau robotic-assisted)
  • Lama rawat inap
  • Kondisi medis pasien
  • Nilai tukar mata uang saat pembayaran

Estimasi Biaya Total Knee Replacement di Malaysia

Banyak rumah sakit di Malaysia sudah menerapkan teknologi modern pada prosedur total knee replacement. Seperti, penggunaan teknologi Robotic-Assisted Surgery.

Untuk paket operasi satu sendi lutut, estimasi biaya yang ditawarkan adalah:

  • Sekitar RM 35.000
  • Setara kurang lebih 140 juta rupiah (tergantung kurs)

Biaya tersebut umumnya sudah termasuk:

  • Biaya operasi lengkap
  • Biaya anestesi
  • Rawat inap 3 hari 2 malam
  • Obat-obatan untuk 1 minggu

Tentu saja, angka ini bisa berbeda pada tiap rumah sakit dan bisa berubah tergantung kondisi klinis pasien.

Baca juga: Catat! Ini Langkah dan Biaya Pengobatan yang Harus Dipersiapkan untuk Berobat di Penang

Robotic-Assisted Surgery dengan Sistem ROSA

Teknologi robotic-assisted surgery semakin populer dalam prosedur total knee replacement karena menawarkan presisi yang lebih tinggi.

Sistem seperti ROSA membantu dokter bedah dalam:

  • Merencanakan operasi berdasarkan anatomi spesifik pasien.
  • Menghitung sudut dan posisi implan dengan akurasi tinggi.
  • Mengurangi kemungkinan kesalahan pemasangan.

Keunggulan operasi dengan bantuan robotik antara lain:

  • Presisi lebih tinggi dengan hasil optimal
  • Sayatan lebih minimal
  • Kerusakan jaringan lebih sedikit
  • Disesuaikan khusus dengan kondisi anatomi pasien
  • Nyeri pasca operasi cenderung lebih ringan
  • Proses pemulihan lebih cepat
  • Lama rawat inap lebih singkat
  • Mobilisasi kembali ke aktivitas normal lebih cepat

Teknologi ini tidak menggantikan peran dokter, tetapi membantu dokter bekerja dengan tingkat akurasi yang lebih baik.

Hal yang Perlu Ditanyakan Sebelum Memutuskan Operasi

Sebelum memutuskan menjalani total knee replacement di Malaysia, pastikan untuk menanyakan:

  • Apakah biaya sudah termasuk implan?
  • Apakah sudah termasuk fisioterapi awal?
  • Bagaimana jika terjadi komplikasi?
  • Apakah tersedia paket untuk pasien internasional?

Diskusi detail ini penting agar tidak ada biaya tersembunyi yang mengejutkan di kemudian hari.

Terapi Latihan Mandiri Pasca Operasi Total Knee Replacement

Setelah menjalani prosedur dan memahami apa itu total knee replacement secara menyeluruh, satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah fase rehabilitasi. 

Berikut enam terapi latihan mandiri yang umumnya dianjurkan setelah total knee replacement:

1. Latihan Kuadrisep (Quadriceps Sets)

Otot paha depan (kuadrisep) adalah salah satu otot paling penting dalam stabilitas lutut. Setelah operasi, otot ini sering melemah karena jarang digunakan akibat nyeri sebelum tindakan.

Cara melakukan latihan:

  • Berbaring atau duduk dengan kaki lurus
  • Kencangkan otot paha hingga lutut terasa menekan ke bawah
  • Tahan selama 5–10 detik
  • Lepaskan perlahan

Ulangi sekitar 10 kali atau selama 2 menit, lalu istirahat 1 menit. Lakukan beberapa kali hingga paha terasa lelah.

Manfaat latihan ini:

  • Menguatkan otot paha
  • Membantu stabilitas sendi
  • Mempercepat pemulihan fungsi berjalan

2. Pompa Pergelangan Kaki (Ankle Pumps)

Latihan ini sederhana tetapi sangat penting, terutama untuk mencegah penggumpalan darah (deep vein thrombosis).

Cara melakukan:

  • Gerakkan pergelangan kaki naik dan turun secara teratur.
  • Kontraksikan otot betis saat menggerakkan kaki.

Lakukan selama 2 – 3 menit, sebanyak 2 – 3 kali dalam 1 jam.

Manfaatnya:

  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Mengurangi risiko pembekuan darah
  • Mengurangi bengkak di tungkai

Latihan ini bisa dilakukan bahkan saat masih berbaring di tempat tidur.

3. Straight Leg Raises

Latihan ini membantu menguatkan otot paha tanpa terlalu membebani sendi lutut.

Cara melakukan:

  • Berbaring dengan kaki lurus
  • Kencangkan otot paha
  • Angkat kaki beberapa sentimeter dari kasur
  • Tahan 5 – 10 detik
  • Turunkan perlahan

Ulangi hingga paha terasa lelah.

Latihan ini membantu:

  • Meningkatkan kekuatan otot
  • Menunjang kestabilan lutut
  • Mendukung kemampuan berdiri dan berjalan

4. Bed-Supported Knee Bends

Latihan ini dilakukan dalam posisi duduk di tempat tidur.

Cara melakukan:

  • Letakkan tungkai yang tidak dioperasi di belakang tumit tungkai yang dioperasi.
  • Gunakan kaki sehat untuk membantu menyangga.
  • Tekuk lutut perlahan hingga batas toleransi.
  • Tahan 5 – 10 detik

Lakukan selama 2 menit.

Tujuannya adalah:

  • Meningkatkan fleksibilitas
  • Membantu rentang gerak lutut kembali normal
  • Mengurangi kekakuan sendi

5. Sitting Supported Knee Bends

Latihan ini mirip dengan sebelumnya, tetapi dilakukan dalam posisi duduk dengan penopang tambahan.

Langkah-langkah:

  • Duduk dengan nyaman
  • Gunakan kaki yang tidak dioperasi untuk membantu mendorong lutut yang dioperasi menekuk
  • Tekuk perlahan hingga batas maksimal yang dapat ditoleransi
  • Tahan 5 – 10 detik

Lakukan selama 2 menit.

Manfaat latihan ini:

  • Membantu meningkatkan fleksibilitas
  • Mendorong lutut agar bisa menekuk lebih baik
  • Mengurangi rasa kaku

6. Sitting Unsupported Knee Bends

Jika gerakan sebelumnya sudah terasa mudah, kamu bisa mencoba versi tanpa bantuan kaki sehat.

Cara melakukan:

  • Duduk dengan posisi tegak
  • Tekuk lutut yang dioperasi sejauh mungkin hingga kaki menyentuh lantai ringan
  • Tahan 5 – 10 detik
  • Luruskan kembali secara maksimal

Lakukan selama 3 menit.

Latihan ini membantu:

  • Mengoptimalkan rentang gerak
  • Melatih kontrol otot
  • Mendukung aktivitas seperti duduk dan berdiri

Prinsip Penting Rehabilitasi Setelah Total Knee Replacement

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama latihan:

  • Lakukan latihan secara rutin, bukan sesekali
  • Jangan memaksakan jika nyeri tajam muncul
  • Bengkak ringan masih wajar pada minggu-minggu awal
  • Kombinasikan dengan kompres dingin jika diperlukan

Fisioterapis biasanya akan memberikan program latihan terstruktur sesuai kondisi masing-masing pasien.

Memahami apa itu total knee replacement secara menyeluruh membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tenang dan rasional. Anda juga bisa konsultasikan dulu dengan dokter representatif dari Medtrip bila Anda ingin berobat di luar negeri, khususnya Malaysia. 

Tujuannya untuk memastikan pilihan prosedur, dokter, dan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan Anda. Sehingga proses pengobatan berjalan dengan smooth tanpa penyesalan di akhir.