Hubungi Kami

Prostatitis: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Operasi?

prostatitis

Secara global, prostatitis termasuk salah satu masalah saluran kemih yang paling sering dialami pria, terutama pada usia di bawah 50 tahun. Pada kelompok usia ini, kondisi tersebut bahkan menjadi gangguan saluran kemih yang paling umum. 

Sementara pada pria usia di atas 50 tahun, prostatitis menempati urutan ketiga terbanyak setelah gangguan prostat lainnya. Data menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat jutaan kunjungan ke fasilitas kesehatan akibat kondisi ini, yang menandakan bahwa radang prostat bukan masalah yang langka.

Untuk memahami kondisi ini secara menyeluruh, yuk, simak dulu ulasan berikut!

Apa Itu Penyakit Prostatitis?

Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat dan terkadang juga melibatkan jaringan di sekitarnya. Kelenjar prostat sendiri terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra, yaitu saluran yang mengeluarkan urine dari tubuh. Fungsinya adalah memproduksi sebagian cairan yang membentuk air mani.

Ketika terjadi peradangan, jaringan prostat dapat membengkak dan menjadi sensitif. Akibatnya, muncul berbagai keluhan seperti nyeri, rasa tidak nyaman di area panggul, hingga gangguan saat buang air kecil atau ejakulasi. 

Namun, tidak semua peradangan prostat disebabkan oleh infeksi bakteri. Inilah yang membuat prostatitis terbagi menjadi beberapa jenis dengan mekanisme yang berbeda.

Baca juga: TURP untuk Masalah Pembesaran Prostat dan Konsultasi ke Dr Koh Eng Thye

Jenis-Jenis Prostatitis

Agar tidak salah kaprah, mari kita bahas satu per satu jenis-jenisnya secara lebih detail:

1. Prostatitis Nonbakteri Kronis atau Sindrom Nyeri Panggul Kronis

Jenis ini adalah yang paling sering ditemukan pada pasien. Penyakit ini dapat terjadi pada pria dari berbagai kelompok usia, dan diperkirakan memengaruhi sekitar 10 – 15 persen populasi pria.

Ciri utamanya adalah nyeri yang berlangsung lama, biasanya selama tiga hingga enam bulan. Meski disebut “nonbakteri”, kondisi ini tetap termasuk dalam kategori peradangan prostat.

Beberapa karakteristiknya:

  • Nyeri di area panggul, penis, atau testis.
  • Nyeri saat berkemih.
  • Rasa tidak nyaman saat atau setelah ejakulasi.
  • Keluhan dapat menetap atau hilang timbul

Menariknya, pada banyak kasus tidak ditemukan bakteri pada hasil pemeriksaan urine. Hal ini sering membuat pasien bingung karena gejalanya mirip dengan peradangan kandung kemih kronis. Faktor risiko yang diduga berperan antara lain:

  • Kerusakan saraf pada saluran kemih bagian bawah akibat operasi atau trauma.
  • Gangguan otot dasar panggul.
  • Stres psikologis yang berkepanjangan.

2. Prostatitis Bakteri Akut

Prostatitis bakteri akut termasuk jenis yang jarang terjadi, tetapi tergolong serius dan dapat mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang kelenjar prostat secara tiba-tiba.

Ciri khasnya adalah gejala muncul mendadak dan cenderung berat. Gejala yang sering muncul meliputi:

  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Nyeri hebat di panggul atau punggung bawah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Rasa terbakar saat berkemih
  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali (retensi urine)

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu komplikasi seperti:

  • Infeksi saluran kemih
  • Abses prostat (penumpukan nanah di dalam prostat)
  • Penyumbatan aliran urine

Pada kondisi berat, pasien perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik melalui infus, cairan tambahan, serta obat pereda nyeri. 

3. Prostatitis Bakteri Kronis

Berbeda dengan bentuk akut, prostatitis bakteri kronis berkembang secara perlahan dan cenderung kambuhan. Infeksi bakteri sudah menetap di dalam kelenjar prostat dan menyebabkan peradangan jangka panjang.

Gejalanya mirip dengan prostatitis bakteri akut, tapi lebih ringan dan dapat berubah-ubah intensitasnya. Keluhan bisa datang dan pergi selama beberapa bulan.

Beberapa tanda yang sering muncul:

  • Nyeri ringan di panggul
  • Sensasi terbakar saat berkemih
  • Gangguan saat ejakulasi
  • Infeksi saluran kemih yang berulang

Salah satu tantangan dalam jenis ini adalah sulitnya mendeteksi bakteri dalam urine. Pengobatan biasanya memerlukan antibiotik dalam jangka waktu cukup lama, yakni sekitar 4 hingga 12 minggu. Pada beberapa kasus, terapi antibiotik bahkan bisa diperpanjang untuk mencegah kekambuhan.

4. Prostatitis Peradangan Tanpa Gejala

Jenis terakhir adalah prostatitis peradangan tanpa gejala. Pada kondisi ini, terdapat peradangan pada kelenjar prostat, tapi pasien tidak merasakan keluhan apa pun.

Biasanya, kondisi ini ditemukan secara tidak sengaja ketika seseorang menjalani pemeriksaan untuk masalah lain, seperti:

  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan kesuburan
  • Pemeriksaan kesehatan rutin

Berbeda dengan jenis lainnya, prostatitis jenis ini:

  • Tidak menimbulkan rasa nyeri
  • Tidak menyebabkan gangguan berkemih
  • Tidak menimbulkan komplikasi

Dikarenakan tidak bergejala dan tidak berbahaya, kondisi ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Ringkasan Perbedaan Antar Jenis

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran perbedaannya:

  • Prostatitis nonbakteri kronis: paling sering terjadi, nyeri berlangsung lama, tanpa infeksi bakteri yang jelas.
  • Prostatitis bakteri akut: jarang tapi serius, gejala mendadak dan berat, perlu penanganan darurat.
  • Prostatitis bakteri kronis: infeksi bakteri menetap, gejala ringan namun kambuhan, butuh antibiotik jangka panjang.
  • Prostatitis peradangan tanpa gejala: tidak ada keluhan, ditemukan saat pemeriksaan lain, tidak perlu terapi khusus.

Gejala Prostatitis Berdasarkan Jenisnya

Banyak gejala prostatitis mirip dengan gangguan lain seperti infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, atau gangguan kandung kemih. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pola gejalanya berdasarkan jenisnya masing-masing.

1. Gejala Prostatitis Nonbakteri Kronis atau Sindrom Nyeri Panggul Kronis

Jenis ini merupakan bentuk paling sering terjadi. Ciri utamanya adalah nyeri atau rasa tidak nyaman yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih.

Nyeri Kronis di Area Panggul

Keluhan utama berupa rasa sakit atau tidak nyaman yang dapat muncul di satu atau beberapa area berikut:

  • Area antara skrotum dan anus
  • Perut bagian bawah tengah
  • Penis
  • Skrotum
  • Punggung bawah

Nyeri bisa terasa menyebar di seluruh panggul atau terfokus di satu titik. Pada sebagian pria, rasa sakit muncul tiba-tiba. Pada yang lain, keluhan berkembang secara bertahap. Intensitasnya pun dapat naik turun.

Nyeri Saat atau Setelah Ejakulasi

Salah satu tanda khas jenis ini adalah:

  • Nyeri saat ejakulasi
  • Nyeri setelah ejakulasi

Keluhan ini sering membuat penderita cemas dan berdampak pada kehidupan seksual.

Gangguan Berkemih

Selain nyeri, gejala lain yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri di uretra selama atau setelah buang air kecil
  • Nyeri pada penis saat atau setelah buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat (bisa lebih dari 8 kali sehari)
  • Kandung kemih terasa cepat penuh meski urine masih sedikit
  • Tidak mampu menahan keinginan buang air kecil
  • Aliran urine lemah atau terputus-putus

Baca juga: Kanker Prostat Ganggu Kesuburan Pria? Ini Kata Dr Badrulhisham Bahadzor

2. Gejala Prostatitis Bakteri Akut

Berbeda dengan bentuk kronis, prostatitis bakteri akut muncul secara mendadak dan gejalanya cenderung berat. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

Gejala Infeksi Sistemik

Disebabkan oleh infeksi bakteri aktif, penderita sering mengalami gejala menyerupai flu berat, seperti:

  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Nyeri seluruh tubuh
  • Pusing
  • Mual dan muntah

Gejala ini menunjukkan bahwa infeksi tidak hanya lokal di prostat, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Gangguan Saluran Kemih Berat

Keluhan pada saluran kemih dapat berupa:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Urgensi buang air kecil
  • Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Sulit memulai aliran urine
  • Aliran urine lemah atau terputus
  • Retensi urine (tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya)
  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali (penyumbatan total)

Kondisi penyumbatan total termasuk darurat medis karena urine tidak dapat keluar sama sekali.

Nyeri Hebat di Area Panggul

Rasa sakit bisa muncul di:

  • Penis
  • Perut bagian bawah
  • Pangkal paha
  • Punggung bawah
  • Area genital

Beberapa pasien juga melaporkan:

  • Nokturia (sering buang air kecil di malam hari)
  • Adanya darah dalam urine atau air mani

Pada pemeriksaan urine biasanya ditemukan bakteri dan sel darah putih yang menandakan infeksi aktif, sehingga tidak boleh ditunda penanganannya.

3. Gejala Prostatitis Bakteri Kronis

Jenis ini memiliki gejala yang mirip dengan prostatitis bakteri akut, tetapi lebih ringan dan berlangsung lebih lama. Biasanya berkembang secara perlahan dan dapat bertahan selama tiga bulan atau lebih.

Pada banyak kasus, kondisi ini muncul setelah pasien pernah mengalami prostatitis bakteri akut atau infeksi saluran kemih yang tidak sepenuhnya sembuh.

Gangguan Buang Air Kecil yang Berulang

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Tidak bisa menahan pipis
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Sulit memulai aliran urine
  • Aliran urine lemah atau terputus-putus
  • Penyumbatan urine
  • Infeksi saluran kemih berulang

Nyeri Panggul dan Genital

Keluhan nyeri dapat dirasakan di:

  • Area genital
  • Pangkal paha
  • Perut bagian bawah
  • Punggung bawah

Rasa sakit biasanya lebih ringan dibanding bentuk akut, tetapi dapat mengganggu karena berlangsung lama.

Nyeri Saat Ejakulasi

Sama seperti bentuk lainnya, penderita dapat mengalami:

  • Ejakulasi yang terasa nyeri
  • Rasa tidak nyaman setelah ejakulasi

Pada beberapa kasus, bakteri dapat menyebar melalui saluran yang membawa sperma dari testis ke uretra. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada pangkal paha atau infeksi pada epididimis (struktur tempat penyimpanan sperma di belakang testis).

4. Gejala Prostatitis Peradangan Tanpa Gejala

Jenis ini berbeda dari ketiga bentuk sebelumnya karena tidak menimbulkan keluhan apa pun.

Penderita tidak merasakan:

  • Nyeri panggul
  • Gangguan buang air kecil
  • Nyeri saat ejakulasi

Biasanya, kondisi ini baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan untuk:

  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan kesuburan
  • Pemeriksaan kesehatan rutin

Baca juga: Ketahui Kapan Anda Harus Check Up Kesehatan, Ini Dia 5 Tandanya!

Meski terdapat tanda peradangan pada hasil pemeriksaan, jenis ini tidak menyebabkan komplikasi dan umumnya tidak memerlukan pengobatan.

Penyebab Prostatitis

Berikut adalah lima penyebab utama yang paling sering dikaitkan dengan prostatitis berdasarkan jenis dan mekanisme terjadinya:

1. Infeksi Bakteri pada Saluran Kemih

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama pada prostatitis bakteri akut dan prostatitis bakteri kronis. Bakteri biasanya berasal dari saluran kemih dan naik menuju kelenjar prostat.

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko infeksi bakteri antara lain:

  • Infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak diobati atau tidak tuntas
  • ISK yang sering kambuh
  • Adanya bakteri dalam urine yang menetap
  • Penyumbatan aliran urine

Pada prostatitis bakteri akut, infeksi terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan gejala berat. Sementara pada prostatitis bakteri kronis, infeksi berkembang perlahan dan bisa berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Bahkan, dalam beberapa kasus, prostatitis bakteri kronis muncul setelah pasien sebelumnya mengalami prostatitis akut atau ISK yang belum sepenuhnya sembuh.

2. Kerusakan Saraf pada Saluran Kemih Bagian Bawah

Kerusakan saraf di area saluran kemih bawah dapat meningkatkan risiko terjadinya prostatitis nonbakteri kronis atau sindrom nyeri panggul kronis.

Kerusakan ini bisa terjadi akibat:

  • Operasi di area panggul
  • Cedera atau trauma
  • Prosedur medis tertentu

Gangguan saraf dapat menyebabkan perubahan pada persepsi nyeri dan fungsi otot dasar panggul. Akibatnya, penderita mengalami nyeri kronis meskipun tidak ditemukan infeksi bakteri. Inilah salah satu alasan mengapa jenis nonbakteri sering sulit dijelaskan secara pasti jika hanya melalui pemeriksaan laboratorium.

3. Gangguan Otot Dasar Panggul

Selain faktor saraf, ketegangan atau gangguan pada otot dasar panggul juga diduga berperan dalam perkembangan prostatitis nonbakteri kronis.

Otot dasar panggul yang tegang dapat:

  • Menekan struktur di sekitarnya
  • Mengganggu aliran urine
  • Menyebabkan nyeri yang menjalar ke penis, skrotum, atau punggung bawah

Pada beberapa pria, nyeri bisa muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan dan berlangsung lebih dari tiga bulan. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai infeksi, padahal tidak ditemukan bakteri dalam urine.

4. Stres Psikologis

Faktor psikologis juga disebut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami prostatitis nonbakteri kronis. Stres yang berkepanjangan dapat:

  • Memicu ketegangan otot dasar panggul
  • Memperburuk persepsi nyeri
  • Mengganggu keseimbangan sistem saraf

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami sindrom nyeri panggul kronis. Meski stres bukan penyebab tunggal, faktor ini dapat memperberat gejala dan membuat pemulihan menjadi lebih lambat.

5. Penyumbatan atau Gangguan Aliran Urine

Gangguan aliran urine dapat menjadi faktor yang memicu atau memperburuk prostatitis, terutama pada bentuk bakteri.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan aliran urine antara lain:

  • Penyempitan uretra
  • Pembengkakan prostat
  • Retensi urine

Ketika urine tidak dapat keluar dengan lancar, bakteri lebih mudah berkembang biak di saluran kemih dan menyebar ke prostat. Pada prostatitis bakteri akut, penyumbatan bahkan bisa menyebabkan pasien tidak bisa buang air kecil sama sekali, yang merupakan kondisi darurat medis.

Kapan Harus Menjalani Operasi?

Perlu dipahami bahwa operasi bukan terapi utama untuk prostatitis. Tindakan bedah biasanya dipertimbangkan bila terjadi komplikasi atau gangguan berat yang tidak membaik dengan pengobatan konservatif.

Salah satu prosedur yang sering dilakukan dalam konteks penyakit prostat adalah operasi prostat dengan bantuan robot. Prosedur ini rata-rata berlangsung sekitar 4 – 5 jam, tergantung apakah kelenjar getah bening juga perlu diangkat.

Baca juga: Kata Dr Badrulhisham Bahadzor soal Bedah Robotik untuk Kanker Prostat

Berikut beberapa indikasi yang dapat menjadi pertimbangan tindakan operasi:

1. Terjadi Abses Prostat

Abses prostat adalah penumpukan nanah di dalam kelenjar prostat akibat infeksi bakteri yang tidak tertangani dengan baik.

Tanda yang mengarah ke kondisi ini antara lain:

  • Demam tinggi yang tidak membaik
  • Nyeri panggul berat
  • Gejala infeksi tetap ada meski sudah mendapat antibiotik

Jika abses terbentuk, tindakan drainase atau pembedahan diperlukan untuk mengeluarkan nanah dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

2. Retensi Urine Berat dan Berulang

Retensi urine adalah kondisi ketika penderita tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.

Jika retensi:

  • Terjadi berulang
  • Tidak membaik dengan kateterisasi
  • Disebabkan oleh pembengkakan prostat yang signifikan

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah untuk mengurangi sumbatan.

3. Infeksi Berulang yang Tidak Responsif terhadap Antibiotik

Pada prostatitis bakteri kronis, sebagian pasien mengalami infeksi yang terus kambuh meski sudah menjalani antibiotik dalam jangka waktu 4 – 12 minggu atau lebih.

Operasi dapat dipertimbangkan jika:

  • Infeksi terus berulang
  • Kualitas hidup sangat terganggu
  • Ditemukan kelainan struktural pada prostat

Namun, keputusan ini selalu melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis urologi.

4. Penyumbatan Total Aliran Urine

Penyumbatan total yang menyebabkan pasien sama sekali tidak bisa berkemih merupakan kondisi darurat. Bila penyebabnya adalah pembengkakan prostat yang tidak membaik, tindakan bedah dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan aliran urine.

Jika Anda atau keluarga sedang mempertimbangkan pengobatan atau operasi prostat, berobat ke Malaysia bisa menjadi pilihan tepat. 

Kenapa? Ya, karena rumah sakit di Malaysia dikenal memiliki teknologi bedah minimal invasif yang canggih, dokter spesialis urologi berpengalaman, serta layanan pasien internasional yang profesional dan terintegrasi.

Anda juga bisa bekerja sama dengan medical concierge seperti Medtrip, agar proses pengobatan di Malaysia berjalan lancar dan mudah. Sebab, semua urusan pengobatan bakal diurus oleh Medtrip, sehingga Anda bisa fokus menjalani pengobatan. Kontak Medtrip untuk konsultasi sekarang juga!

Berita Terbaru