Hubungi Kami

Selain Makanan, Apa Saja Pantangan Diabetes Lainnya?

pantangan diabetes

Pantangan diabetes tidak hanya soal menghindari makanan manis. Banyak kebiasaan sehari-hari yang juga bisa membuat kadar gula darah sulit terkontrol. Itulah sebabnya penderita diabetes perlu memahami gejala penyakit sekaligus pantangan diabetes selain makanan agar penyakit tidak semakin memburuk. Temukan ulasannya di bawah ini!

Gejala Penyakit Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Gejala diabetes bisa muncul perlahan maupun tiba-tiba, tergantung jenis diabetes yang dialami. Pada diabetes tipe 1, keluhan biasanya muncul lebih cepat. Sementara diabetes tipe 2 sering berkembang tanpa gejala yang jelas di awal.

Baca juga: Jenis-Jenis Diabetes Menurut Dr Lim Siang Chin dari Mahkota Hospital Melaka

Berikut beberapa gejala diabetes yang paling umum:

1. Sering Buang Air Kecil

    Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, penderita jadi lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

    Tanda yang umum dirasakan:

    • Buang air kecil lebih dari biasanya
    • Sering terbangun malam untuk ke kamar mandi
    • Tubuh terasa lebih cepat lemas

    2. Mudah Haus dan Mulut Terasa Kering

      Tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil. Kondisi ini membuat penderita diabetes mudah haus walaupun sudah banyak minum.

      Gejalanya meliputi:

      • Tenggorokan terasa kering
      • Mulut terasa lengket
      • Haus terus-menerus

      3. Nafsu Makan Meningkat tetapi Tubuh Tetap Lemas

        Diabetes dapat membuat glukosa sulit masuk ke dalam sel tubuh sehingga energi tidak terbentuk secara optimal. Akibatnya, tubuh terus merasa lapar.

        Beberapa tanda yang sering muncul:

        • Cepat lapar
        • Mudah lelah
        • Konsentrasi menurun

        4. Berat Badan Turun Tanpa Sebab

          Penurunan berat badan tanpa diet atau olahraga berlebihan juga perlu diwaspadai sebagai tanda diabetes. Kondisi ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1, tetapi tetap bisa dialami penderita diabetes tipe 2.

          Saat tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai sumber energi, tubuh mulai membakar cadangan lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Hal inilah yang membuat berat badan turun cukup cepat.

          5. Luka Sulit Sembuh dan Penglihatan Kabur

            Kadar gula darah tinggi dapat mengganggu aliran darah dan proses penyembuhan luka. Selain itu, diabetes juga dapat memengaruhi kesehatan mata sehingga penglihatan menjadi kabur.

            Beberapa tanda yang perlu diperhatikan yaitu:

            • Luka kecil sulit mengering
            • Luka mudah infeksi
            • Penglihatan tampak buram
            • Mata terasa cepat lelah
            • Kulit terasa lebih kering dan gatal

            Kapan Harus Periksa ke Dokter?

            Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami beberapa gejala diabetes secara bersamaan, terutama jika memiliki faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, atau riwayat keluarga diabetes.

            Periksa ke dokter jika Anda mengalami:

            • Luka yang sulit sembuh
            • Berat badan turun drastis
            • Penglihatan mulai kabur
            • Kesemutan di tangan atau kaki
            • Tubuh terasa sangat lemas

            Penanganan darurat juga dibutuhkan apabila muncul sesak napas, penurunan kesadaran, atau napas berbau buah.

            Bagaimana Diabetes Didiagnosis?

            Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk memastikan diagnosis diabetes.

            Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain:

            • Tes gula darah puasa
            • Tes toleransi glukosa oral
            • Pemeriksaan HbA1c
            • Tes insulin dan C-peptida

            Pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan jenis diabetes dan pengobatan yang sesuai.

            Pengobatan Diabetes Secara Medis

            Penanganan diabetes dilakukan melalui kombinasi pola hidup sehat dan terapi medis agar gula darah tetap stabil.

            1. Mengatur Pola Hidup

              Penderita diabetes dianjurkan untuk:

              • Mengatur pola makan sehat
              • Membatasi gula dan karbohidrat sederhana
              • Rutin olahraga
              • Menjaga berat badan ideal
              • Memantau gula darah secara berkala

              Olahraga seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda selama 30 menit beberapa kali seminggu dapat membantu mengontrol gula darah.

              2. Penggunaan Obat Diabetes

                Jika perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat memberikan obat diabetes seperti:

                • Metformin: menurunkan produksi gula di hati sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin. 
                • Sulfonilurea: obat ini membantu meningkatkan produksi insulin dalam tubuh. 
                • Penghambat alfa-glukosidase: golongan obat ini membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus. 
                • Tiazolidinedion: obat ini membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. 

                Pada diabetes tipe 1 dan beberapa kasus diabetes tipe 2, terapi insulin juga dapat diperlukan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

                Baca juga: 6 Inovasi dan Teknologi Pengobatan Diabetes Melitus

                Kenapa Penderita Diabetes Punya Beberapa Pantangan?

                Pantangan diabetes sebenarnya bukan dibuat tanpa alasan. Pada penderita diabetes, tubuh mengalami gangguan dalam memproses gula darah akibat insulin yang tidak bekerja optimal atau jumlah insulin yang terlalu sedikit. Kondisi ini membuat gula menumpuk di dalam darah dan memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak dikontrol.

                Berikut beberapa alasan utama mengapa penderita diabetes memiliki berbagai pantangan yang perlu dipatuhi:

                1. Mencegah Lonjakan Gula Darah yang Terlalu Tinggi

                  Salah satu tujuan utama pantangan diabetes adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil. Beberapa jenis makanan dan kebiasaan tertentu dapat membuat gula darah naik sangat cepat, terutama makanan tinggi gula sederhana, tepung olahan, dan minuman manis.

                  Saat gula darah melonjak terus-menerus, tubuh menjadi lebih sulit mengontrol kadar glukosa. Lonjakan gula darah yang terjadi berulang kali juga membuat risiko komplikasi diabetes meningkat lebih cepat.

                  2. Mengurangi Beban Kerja Insulin dalam Tubuh

                    Pada diabetes tipe 2, tubuh sebenarnya masih memproduksi insulin. Masalahnya, insulin tidak dapat bekerja secara optimal akibat resistensi insulin. Akibatnya, pankreas harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin tambahan.

                    Jika penderita diabetes terus mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana, tubuh akan dipaksa memproduksi insulin lebih banyak lagi. Lama-kelamaan, fungsi pankreas bisa menurun sehingga kontrol gula darah makin sulit dilakukan.

                    3. Menghindari Penumpukan Lemak dan Kolesterol

                      Pantangan diabetes tidak hanya berkaitan dengan gula. Makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol juga perlu dibatasi agar kondisi tubuh tidak semakin memburuk.

                      Baca juga: 10 Makanan Pantangan Kolesterol yang Wajib Dihindari Bagi Penderitanya

                      Makanan seperti gorengan, kulit ayam, makanan bersantan berlebihan, dan fast food dapat meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh. Kondisi ini bisa memperparah resistensi insulin dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

                      Penderita diabetes memang lebih rentan mengalami gangguan pembuluh darah. Jika kadar kolesterol ikut meningkat, risiko komplikasi seperti serangan jantung dan stroke juga menjadi lebih tinggi.

                      4. Menurunkan Risiko Kerusakan Organ Tubuh

                        Kadar gula darah yang tidak stabil dalam waktu lama dapat merusak banyak organ tubuh secara perlahan. Kondisi ini sering tidak disadari sampai komplikasi mulai muncul.

                        Beberapa organ yang paling sering terdampak akibat diabetes tidak terkontrol antara lain ginjal, mata, saraf, jantung, dan pembuluh darah.

                        Pantangan diabetes bantu mengurangi risiko kerusakan organ tersebut. Pengelolaan gula darah yang baik juga dapat memperlambat perkembangan komplikasi jangka panjang.

                        5. Menjaga Kualitas Hidup Penderita Diabetes

                          Diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Menjalani berbagai pantangan memang tidak selalu mudah, tetapi langkah ini penting agar penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

                          Kadar gula darah yang lebih stabil biasanya membuat tubuh terasa lebih bertenaga dan tidak mudah lelah. Risiko rawat inap akibat komplikasi juga dapat ditekan apabila penderita disiplin menjaga pola hidup sehat.

                          Semakin baik kontrol gula darah dilakukan, semakin besar peluang penderita diabetes untuk tetap aktif dan produktif dalam jangka panjang.

                          Selain Makanan, Apa Saja Pantangan Diabetes Lainnya?

                          Pantangan diabetes tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman saja. Banyak kebiasaan sehari-hari yang ternyata juga dapat memperburuk kadar gula darah apabila terus dilakukan. 

                          Berikut beberapa pantangan diabetes selain makanan yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar terhadap kondisi kesehatan:

                          1. Jarang Bergerak dan Malas Berolahraga

                            Gaya hidup pasif menjadi salah satu pantangan diabetes yang paling sering dilanggar. Banyak penderita diabetes merasa cukup hanya dengan minum obat tanpa menjaga aktivitas fisik sehari-hari.

                            Padahal, tubuh membutuhkan aktivitas fisik untuk membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Saat tubuh jarang bergerak, sensitivitas insulin dapat menurun sehingga glukosa lebih mudah menumpuk di dalam darah.

                            Kurangnya olahraga juga membuat resistensi insulin semakin memburuk. Kondisi ini membuat gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan meskipun sudah menjaga pola makan.

                            Beberapa dampak yang dapat muncul akibat kurang olahraga antara lain:

                            • Kadar gula darah lebih mudah naik
                            • Berat badan meningkat
                            • Tubuh terasa cepat lelah
                            • Risiko penyakit jantung meningkat
                            • Sirkulasi darah menjadi kurang lancar

                            Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin jauh lebih baik dibanding jarang bergerak sama sekali.

                            Baca juga: 6 Olahraga Simpel Bareng Si Kecil untuk Cegah Penyakit Berat di Hari Tua

                            2. Kebiasaan Merokok

                              Merokok termasuk pantangan diabetes yang sangat penting untuk dihindari. Kandungan nikotin dan berbagai zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan memperburuk komplikasi diabetes.

                              Pada penderita diabetes, kesehatan pembuluh darah memang sudah lebih rentan terganggu akibat kadar gula darah tinggi. Kebiasaan merokok membuat aliran darah semakin buruk sehingga risiko komplikasi meningkat lebih cepat.

                              Beberapa risiko yang dapat meningkat akibat merokok pada penderita diabetes yaitu:

                              • Penyakit jantung
                              • Stroke
                              • Gangguan ginjal
                              • Luka sulit sembuh
                              • Gangguan sirkulasi darah

                              Baca juga: Lakukan Sekarang! 8 Cara Cegah Serangan Jantung di Usia Muda

                              Selain itu, merokok juga dapat membuat tubuh semakin sulit merespons insulin dengan baik. Dampaknya, kadar gula darah menjadi lebih sulit dikontrol.

                              3. Stres Berlebihan dan Emosi yang Tidak Terkontrol

                              Banyak orang tidak menyadari bahwa stres juga dapat memengaruhi kadar gula darah. Saat tubuh mengalami stres, hormon seperti kortisol dan glukagon akan meningkat.

                              Peningkatan hormon tersebut membuat kadar gula darah ikut naik secara alami. Jika stres terjadi terus-menerus, kontrol gula darah menjadi semakin sulit.

                              Stres berlebihan juga sering memengaruhi pola hidup penderita diabetes, misalnya:

                              • Makan berlebihan
                              • Malas berolahraga
                              • Sulit tidur
                              • Lupa minum obat
                              • Lebih mudah lelah

                              Kondisi tersebut akhirnya dapat memperburuk diabetes secara perlahan. Menjaga kondisi mental tetap stabil juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes.

                              Baca juga: 10 Cara Mengelola Stres Agar Tak Berkembang Jadi Penyakit Serius

                              4. Kurang Tidur atau Memiliki Pola Tidur Buruk

                                Kurang tidur sering dianggap hal biasa, padahal kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan sensitivitas insulin.

                                Saat kualitas tidur buruk, tubuh menjadi lebih sulit mengontrol hormon yang berkaitan dengan gula darah dan rasa lapar. Akibatnya, kadar gula darah lebih mudah naik dan nafsu makan meningkat.

                                Kurang tidur dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan:

                                • Tubuh terasa cepat lelah
                                • Konsentrasi menurun
                                • Berat badan naik
                                • Resistensi insulin meningkat
                                • Tekanan darah lebih sulit stabil

                                Penderita diabetes sebaiknya menjaga pola tidur yang teratur dengan durasi yang cukup setiap malam agar metabolisme tubuh tetap optimal.

                                5. Meremehkan Kesehatan Kaki

                                  Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan saraf atau neuropati. Kondisi ini membuat kaki lebih mudah terluka tanpa disadari.

                                  Masalahnya, kadar gula darah tinggi juga membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat. Luka kecil yang tidak dirawat dengan baik dapat berkembang menjadi infeksi serius.

                                  Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari antara lain:

                                  • Berjalan tanpa alas kaki
                                  • Menggunakan sepatu terlalu sempit
                                  • Membiarkan luka kecil tanpa perawatan
                                  • Jarang memeriksa kondisi kaki

                                  Perawatan kaki menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes sehari-hari. Penderita diabetes dianjurkan untuk:

                                  • Menjaga kaki tetap bersih
                                  • Menggunakan alas kaki yang nyaman
                                  • Memeriksa kondisi kaki secara rutin
                                  • Segera menangani luka sekecil apa pun

                                  Langkah sederhana tersebut dapat membantu menurunkan risiko infeksi dan komplikasi yang lebih berat.

                                  Jika Anda atau keluarga berencana melakukan pemeriksaan diabetes maupun pengobatan lanjutan di Malaysia, Medtrip dapat membantu prosesnya jadi lebih mudah dan praktis.

                                  Baca juga: 5 Alasan Memilih Medtrip sebagai Mitra Saat Berobat di Luar Negeri

                                  Sebagai medical concierge, Medtrip akan memfasilitasi pasien mulai dari melakukan konsultasi awal, pengaturan jadwal rumah sakit, pendampingan selama berobat, hingga kebutuhan perjalanan medis lainnya. Kontak Medtrip jika Anda ingin merencanakan perjalanan medis ke Malaysia sekarang juga.  

                                  Berita Terbaru